Ini Alasan Ford Thailand Pacu Produksi Setelah Penjualan Anjlok 40%

Ini Alasan Ford Thailand Pacu Produksi Setelah Penjualan Anjlok 40%
Ford Ranger versi terbaru - dok.Istimewa

Bangkok, Motoris – Penjualan Ford Motor Company (Ford) di Thailand sepanjang Januari – Oktober lalu tercatat hanya 21.800 unit atau anjlok hingga 40% dibanding periode sama tahun 2019 lalu. Meski membukukan kinerja penjualan seperti itu, pabrikan asal Amerika Serikat ini, justeru gaspol memau produksi di dua pabriknya yang berada di negeri itu.

Seperti dilaporkan Bangkok Post, Minggu (8/11/2020) lalu, Managing Director Ford Thailand, Wichit Wongwatthanakan, mengatakan penurunan penjualan yang terjadi selama Januari hingga Oktober yang dialami perusahaannya merupakan fenomena umum yang juga dialami pabrikan lain.

Hal itu, lanjut dia, terutama disebabkan oleh pandemi yang memengaruhi perekonomian domestik Thailand dan menurunkan daya beli masyarakat. Perusahaan, kata Wichit, telah melihat beberapa perbaikan dalam bisnis otomotif Thailand, yakni peningkatan volume penjualan pada kuartal ketiga.

“Penjualan mulai ramai kembali pada bulan lalu. Kami akan membuka kembali dua pabrik di Rayong, melanjutkan produksi untuk melayani permintaan di pasar (yang sebelumnya ditutup sementara seiring dengan kebijakan lockdown yang ditetapkan pemerintah),” papar dia.

Ford Everest model 2021 – dok.Istmewa

Dua pabrik Ford tersebut berada di Rayong. Satu pabrik merupakan milik Thailand Manufacturing dan sebuah lainnya merupakan fasilitas bersama yang dimiliki oleh Auto Alliance Thailand (AAT), perusahaan patungan antara Mazda dengan Ford. Kedua pabrik itu memiliki kapasitas gabungan 300.000 unit per tahun.

Wichit menyebut total penjualan mobil – dari semua model dan merek di Thailand – selama Januari-September baru mencapai 530.000 unit, dimana sepanjang September saja sebayak 72.000 unit. Ford memprediksi total penjualan di Negeri Gajah Putih itu pada tahun ini hanya 760.000 unit, dan tahun 2021 nanti meningkat menjadi 800.000 unit.

Melihat potensi peningkatan itulah yang membuat Ford melakukan peningkatan produksi. Terlebih, produk yang dibuat Ford juga sesuai dengan kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Ilustrasi, produksi mobil Ford di Thailand – dok.Ford Authority

Dua produk itu adalah SUV dan pikap medium (baik single maupun double cabin). “Penjualan pikap memiliki performa luar biasa karena merupakan mobil komersial yang dibeli orang untuk keperluan bisnis,” ucap Wichit.

Selama pandemi, menurut dia, penjualan pikap di Thailand meningkat 48% menjadi 380.000 unit. “Padahal, biasanya (dalam kondisi normal), segmen pikap tumbuh sekitar 42-43% setahun,” imbuh dia. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This