Kona Listrik Terbakar, Rencana Kongsi Hyundai – LG Chem di RI Terancam Gagal?

Kona Listrik Terbakar, Rencana Kongsi Hyundai – LG Chem di RI Terancam Gagal?
Hyundai Kona listrik yang meledak dan terbakar di Montreal, Kanada Juli 2019 lalu - dok.CBC

Seoul, Motoris – Pabrikan produsen mobil asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company, sejak beberapa tahun terakhir dikabarkan bakal menjadlin kerjasama dengan produsen pembuat baterai listrik kondang negeri itu – LG Chem – untuk memproduksi sekaligus menggarap pasar mobil listrik di Indonesia. Namun, rencana kongsi itu dikabarkan terancam berantakan setelah terjadinya kebakaran crossover Hyundai Kona listrik yang berbaterai buatan LC-Chem di sejumlah negara.

Seperti dilaporkan laman Business Korea, Selasa (10/11/2020), dua perusahaan itu berencana meresmikan usaha patungan itu pada akhir tahun 2020 ini. LG Chem didapuk sebagai penyuplai baterai mobil listrik yang diproduksi Hyundai di kompleks industri Deltamas, Bekasi, Jawa Barat, mulai akhir 2021 nanti.

“Meski kedua perusahaan mengatakan belum ada sesuatu yang konkrit tentang pembentukan perusahaan patungan tersebut, pengamat mengatakan kebakaran Kona EV telah memengaruhi rencana usaha patungan mereka,” tulis media itu mengutip sejumlah sumber di dua pabrikan.

Maklum, sejak kasus kebakaran Kona listrik itu marak terjadi dan diberitakan media secara luas, ketegangan di antara mencuat. Seperti dilaporkan Reuters dan US News, Kamis (8/10/2020), menurut Kementerian Transportasi Korea Selatan Hyundai Kona listrik yang di-recall merupakan model yang dibuat pada September 2017 dan Maret 2020.

Ilustrasi, tampilan belakang Hyundai Kona listrik terbaru – dok.The Guardian

Hyundai menyebut Kona listrik yang terbakar menggunakan baterai buatan LG Chem Ltd yang ditengarai bermasalah. Namun, LG-Chem menegaskan penyebab terbakarnya Hyundai Kona listrik hingga kini belum diketahui secara pasti.

Bahkan, produsen baterai terbesar di dunia (menurut riset terakhir lembaga riset NSE) itu, menegaskan dari beberapa uji yang dilakukannya bersama dengan Hyundai baterai tersebut terbukti aman-aman saja. Meski LG Chem juga akan tetap akan patuh ke proses penyelidikan untuk menemukan penyebabnya.

Namun, Business Korea mengutip sumber anonim menulis di bawah permukaan, saling tuding terjadi. Hyundai menyebut masalah terjadi karena baterai cacat produksi. Sebaliknya, Hyundai disebut salah karena tak menyiapkan manajemen baterai

“Sejumlah orang yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa diskusi tentang usaha patungan baterai dapat dimulai lagi setelah penyebab kebakaran (Kona) itu dipastikan,” tulis media itu.

Ilustrasi, kantor LG Chem. Perusahaan ini sejak tahun 2011 lalu tercatat sebagai pabrikan pembuat baterai untuk kendaraan listrik terbesar ketiga di dunia – dok.Istimewa

Ada 14 kasus kebakaran
Sejak peluncuran Kona EV pada tahun 2018 hingga Oktober tahun ini dilaporkan ada 14 kasus kebakaran, yakni 10 kasus di Korea dan empat di luar negeri. Kementerian Tanah, Infrastruktur dan Transportasi dan Otoritas Keselamatan Transportasi Korea, telah merekomendasikan ditariknya (recall) Kona listrik yang ditengarai bermasalah itu.

Sebelumnya, seperti diwartakan Reuters Senin (12/10/2020), setelah mengumumkan akan menarik (recall) 25.564 crossover listrik Kona di Korea Selatan, beberapa hari kemudian Hyundai menyatakan penarikan di sejumlah negara. Kona listrik yang ditengarai mengalami masalah juga ditarik di Amerika Utara, Eropa, Cina.

Proses penarikan di Korea Selatan dijadwalkan mulai 16 Oktober pekan depan. Sedangkan di luar negara itu, akan ditetapkan oleh masing-masing diler di negara yang bersangkutan.

Ilustrasi, Hyundai Kona listrik model 2020 – dok.Autoblog

Jumlah unit yang tarik di tiga Eropa, Amerika Utara, dan Cina mencapai 51.000 unit. Sementara di Selandia Baru, seperti dilaporkan laman Stuff.co.nz, Jumat (24/10/2020), Hyundai juga menarik 700 unit Kona lisrik.

Seperti halnya di Korea Selatan dan negara-negara lain, unit Kona listrik yang ditarik di Negeri Kiwi itu merupakan model yang diproduksi pada 29 September 2017 dan 20 Maret 2020.

Sementara itu, Managing Director PT Hyundai Motor Indonesia (HMID), Makmur, yang dikonfirmasi ihwal kabar kerjasama antara Hyundai dengan LG Chem itu, belum merespon. Hingga berita ini diturunkan, pesan yang dikirim Motoris melalui aplikasi WhatsApp, Rabu (11/11/2020) belum dibalas.(Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This