Pengamat: Ini Kunci Agar Industri Otomotif Cepat Keluar dari Krisis

Pengamat: Ini Kunci  Agar Industri Otomotif Cepat Keluar dari Krisis
Ilustrasi, kegiatan produksi mobil - dok.Istimewa via Thailand News Today

Jakarta, Motoris – Wabah virus corona (Covid-19) tak hanya berdampak terhadap aspek kesehatan dan sosial masyarakat, tetapi juga perekonomian nasional.Dua kuartal berturut ekonomi nasional terkontraksi menjadi minus – yakni kuartal kedua -5,32% dan kuartal ketiga – 3,49% – terbukti telah membuat penjualan ritel mobil maupun sepeda motor anjlok 46,6%.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, sepanjang tiga kuartal pertama atau dari Januari hingga September, total penjualan ritel mobil tahun ini hanya 407.396 unit. Jumlah ini ambrol 46,6% dibanding penjualan ritel di rentang waktu yang sama tahun 2019, yang masih sebanyak 758.413 unit.

Jumlah mobil yang diproduksi di kurun waktu Januari hingga Agustus , tercatat hanya 427.607 unit. Jumlah ini merosot hingga 48,7% dibanding julah yang diproduksi selama kurun waktu yang sama tahun 2019.

Ilustrasi, booth Suzuki di perhelatan GIIAS 2019 – dok.Motoris

Sementara, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan sepeda motor pada periode yang sama hanya 2. 876.514 unit. Jumlah itu anjlok 41,5% dibanding penjualan selama sembilan pertama tahun 2019 lalu.

Ada berbagai faktor yang menyebabkannya. Mulai dari penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka pencegahan paparan virus corona, hingga daya beli yang menurun akibat ekonomi yang tersengat dampak wabah virus mematikan itu. Tetapi, muara dari semua itu adalah pagebluk virus tersebut.

Kini, pemerintah dan semua pemangku kepentingan di sektor industri otomotif terus berupaya memantik geliat sektor tersebut. Dan sejumlah saran dan pendapat pun bermunculan.

Kunci keluar dari krisis
Pengamat otomotif dari Insitut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, yang dihubungi Motoris, Rabu (11/11/2020) menyebut waktu yang dibutuhkan industri untuk pulih dan langkah apa yang diperlukan untuk membantu pemulihan akan sangat bergantung kepada strategi implementasi pemulihan ekonomi yang cepat dan tegas dari pemerintah.

“Selain itu, juga tergantung implementasi strategis yang cepat dan tegas dari pemerintah yang mampu membuat masyarakat dapat mulai berbelanja kembali secara berangsur-angsur dengan protokol kesehatan baru,” kata dia.

Menurut dia, resesi yang dialami Indonesia telah terbukti membuat penurunan produksi dan penjualan kendaraan. Pasalnya, resesi juga telah merontokkan pendapatan kelompok masyarakat menengah dan bawah secara signifikan sehingga daya beli kelompok masyarakat ini semakin berhemat untuk membeli barang kebutuhan sekunder dan tersier.

Ilustrasi, peluncuran sepeda motor baru, All New Honda BeAT, – dok.Motoris

“Kendaraan bermotor adalah kebutuhan tersier. Saat menghadapi tantangan finansial, kebanyakan orang tidak tertarik untuk membeli mobil baru. Mereka akan lebih menyimpan uang cash untuk mengamankan aktivitas primer mereka,” kata dia.

Penyataan serupa diungkapkan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Arya Yudhistira yang dihubungi Motoris di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Dia menyebut hingga September lonsumsi rumah tangga masih terkontraksi -4,04%

“Masyarakat cenderung berhemat untuk membeli barang sekunder dan tersier. Fokus hanya pada barang kebutuhan pokok dan kesehatan. Dan masyarakat menengah ke atas lebih suka menyimpan uang di bank ketimbang membelanjakannya,” kata dia.

Ilustrasi, truk terbaru Hino Ranger FG 235 JU di pameran GICOMVEC 2020 – dok.Istimewa

Menurut Bhima, penanganan Covid-19 secara cepat dan efektif merupakan kunci utama, selain melakukan perlindungan sosial kepada masyarakat guna memacu kembali konsumsi.

Oleh karena itu, lanjut Bhima, anggaran perlindungan sosial perlu ditambah dan diperluas bagi kelas menengah rentan miskin, di atas 3% dari PDB. “Bentuk anggaran perlindungan sosial yang lebih efektif adalah cash transfer karena langsung dibelanjakan untuk konsumsi,” tandas dia. (Chr/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This