Nissan Bakal Jual Saham Kepemilikan di Mitsubishi Motors?

Nissan Bakal Jual Saham Kepemilikan di Mitsubishi Motors?
Ilustrasi, aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi - dok.The West Australian

Yokohama, Motoris – Kabar mengejutkan datang dari aliansi Nissan – Renault – Mitsubishi. Informasi yang diungkap sumber di internal aliansi menyebut, Nissan Motor Company (Nissan) yang sejak tahun 2016 lalu menggenggam 34% saham Mitsubishi, disebut bakal melego bukti kepemilikannya di pabrikan itu.

Seorang sumber yang dikutip Bloomberg dan dilansir Reuters, Senin (16/11/2020) mengatakan Nissan tengah mengkaji ulang keberadaannya di aliansi itu. Tak hanya dengan Mitsubishi saja, tetapi juga hubungannya dengan Renault.

Kemungkinan besar, lanjut sang sumber, Nissan akan melego saham kepemilikannya di Mitsubishi Motors itu kepada induk perusahaan merek berlambang tiga berlian tersebut, yakni Mitsubishi Corporation. Saat ini Mitsubishi Corporation masih menggenggam 5% saham kepemilikan di Mitsubishi Motors.

Carlos Ghosn bersama CEO Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuoka tahun 2016 – dok.Istimewa

Seperti dilaporkan laman Retail Asia News,aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi merupakan bagian dari gagasan Chief Executive Officer (CEO) Nissan Carlos Ghosn pada tahun 2016 lalu. Kala itu, pria warga negara Prancis berdarah Lebanon itu menggagas strategi untuk perluasan portofolio produk dan efisiensi dalam pengembangan produk, dengan mempertahankan identitas masing-masing.

Walhasil, Ghosn mendorong Nissan untuk membeli 34% saham Mitsubishi Motors dan Ghosn menjadi pimpinan dari aliansi baru itu. Hanya, perjalanan aliansi mulai berubah ketika aparat hokum Jepang menangkap Ghosn dengan sangkaan manipulasi laporan keuangan.

Kondisi anggota aliansi semakin sulit ketika “badai” wabah virus corona (Covid-19) menerpa dunia. Sumber yang dikutip Reuters, Senin (16/11/2020) menyebut Nissan berupaya untuk memperbaiki aliansi yang berada di pusaran masalah, namun hal itu dinilai sulit terwujud dalam waktu dekat mengingat pandemi Covid-19 belum kunjung usai.

Ilustrasi, proses produksi mobil di pabrik Nissan – dok,Youtube

Meski demikian, pada pekan lalu, Nissan telah merevisi prediksi kerugian operasinya untuk tahun fiskal 2020/2021 yang berakhir 31 Maret 2021 nanti. Intinya, kerugoian operasi lebih kecil dari perkiraan semula, dan diperkirakan hanya 28%.

Mengecilnya kerugian itu dikarenakan permintaan mobil Nissan yang meningkat di sejumlah wilayah, terutama di Cina. Sedangkan Mitsubishi Motors memperkirakan kerugian operasionalnya di tahun fiscal yang sama mencapai 140 miliar yen. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This