Petinggi Nissan Bantah ada Pembicaraan Jual Saham Kepemilikan di Mitsubishi

Petinggi Nissan Bantah ada Pembicaraan Jual Saham Kepemilikan di Mitsubishi
Ilustrasi, debut global Nissan Kicks e-Power yang diresmikan di hajatan Bangkok International Motor Show 2020 - dok.Nissan Thailand

Yokohama, Motoris – Menyusul maraknya kabar yang menyebut Nissan berniat untuk menjual 34% saham kepemilikan di Mitsubishi Motors (salah satu mitra aliansinya), Chief Operating Officer Nissan Motor Company (Nissan) Ashwani Gupta langsung membantahnya. Dia menegaskan hingga kini pihaknya sama sekali tidak sedang dalam pembicaraan untuk itu.

“Kami sama sekali tidak sedang berdiskusi atau mempertimbangkan untuk mengubah struktur permodalan di perusahaan mitra kami. Kami bergerak maju dengan banyak proyek,” tandas Ashwani dalam sebuah wawancara di telekonferensi Reuters Automotive Summit, seperti dilaporkan Reuters, Selasa (17/11/2020).

Pernyataan Ashwani itu menyusul laporan Bloomberg News, Senin (16/11/2020) yang mengutip sumber di aliansi yang menginformasikan Nissan sedang mempertimbangkan untuk menjual 34% sahamnya di Mitsubishi Motor. Langkah itu untuk membantu mengatasi penurunan permintaan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Jika penjualan itu terjadi, maka dipastikan bakal mengubah peta aliansi tiga perusahaan yang saat ini masih berjalan, yakni antara Nissan-Renault-Mitsubishi Motors. Aliansi ini merupakan gagasan Carlos Ghosn yang tak lain adalah, ketua aliansi, meski aliansi ini masuk ke ketidakpastian ketika Ghosn ditangkap pada tahun 2018 atas tuduhan manipulasi keuangan.

Ashwani Gupta – dok.Groupe Renault

Tetapi yang pasti, dengan adanya kabar rebcana penjualan saham kepemilikan Mitsubishi oleh Nissan itu, harga saham kedua pabrikan itu justeru naik di perdagangan Senin (16/11/2020) kemarin. Harga saham Nissan naik 5% dan Mitsubishi naik 3%.

Nissan, yang 43% sahamnya dimiliki oleh Renault, itu pekan lalu memangkas perkiraan kerugian operasinya untuk tahun fiskal 2020/2021 yang akan berakhir Maret 2021, menjadi 28%. Hal itu dikarenakan naiknya permintaan produknya di Cina.

Sedangkan Mitsubishi Motors yang merupakan pabrikan terbesar keenam di Jepang memperkirakan kerugian operasional yang bakal dideritanya mencapai 140 miliar yen di tahun fiscal 2020/2021. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This