Produksi Mobil Thailand Tahun Ini Diprediksi 1,42 Juta Unit, Bagaimana RI?

Produksi Mobil Thailand Tahun Ini Diprediksi 1,42 Juta Unit, Bagaimana RI?
Produksi mobil di Thailand untuk pasar domestik dan ekspor di Thailand - dok.The Thaiger,jpg

Bangkok, Motoris – Klub Industri Otomotif di Federasi Industri Thailand (FTI), hari Rabu (18/11/2020) lalu menyatakan produksi mobil di Thailand hingga akhir tahun 2020 bakal mencapai 1,42 juta unit atau 20.000 unit lebih banyak dibanding jumlah yang ditargetkan semula yakni 1,4 juta unit. Kenaikan angka produksi itu didorong oleh pelonggaran pembatasan sosial yang ditetapkan oleh pemerintah terkait pandemi Covid-19.

Seperti dilaporkan laman Xinhuanet, dan Nation Thailand, Kamis (19/11/2020) klub itu menyebut baik produksi untuk memenuhi kebutuan pasar domestik maupun ekspor di tahun ini naik. “Produksi untuk memenuhi penjualan di pasar domestik diperkirakan melampui target 700.000 unit, dan menjadi 720,000 unit,” kata Executive Vice President Klub Industri Otomotif, Surapong Pisitpattanapong.

Sedangkan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor juga diharapkan dapat memenuhi target 700.000 unit. “Tetapi ini dengan catatan, selama pembeli utama mobil asal Thailand di Eropa tidak mengalami gelombang kedua wabah Covid-19 yang parah di negara mereka,” ucap Surapong.

Proses produksi pikap medium Isuzu D-Max di Thailand – dok.Nikkei Asian Review

Khusus di bulan Oktober, total produksi di bulan Oktober sebanyak 149.360 unit, atau turun 2,24% dibanding produksi di bulan yang sama tahun 2019. Dari jumlah itu, lebih dari setengahnya atau 82.157 unit untuk pasar domestik, meski jumlah ini merosot 18,81% dibanding jumlah produksi di bulan yang sama tahun lalu.

Sementara, sisanya atau 67.203 unit merupakan jumlah produksi yang disediakan bagi pasar ekspor. Tetapi, angka produksi ini menurun 19,65% dibanding jumlah produksi yang dibukukan selama Oktober 2019.

Nilai ekspor mobil Thailand sepanjang Januari hingga Oktober mencapai 520,5 miliar baht turun 28,87% dibanding nilai ekspor yang dibukukan sepanjang periode sama tahun 2019. Penjualan mobil di lokal Thailand maupun ekspor yang tercatat menurun juga dialami industri yang sama di Indonesia.

Ilustrasi, prosesi ekspor Toyota Hilux yang diproduksi di Thailand ke Jepang – dok.The Bangkok Post

Seperti diungkap Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dalam diskusi virtual yang digelar di Jakarta, Kamis (12/11/2020) lalu, penjualan mobil di Tanah Air diperkirakan mentok di angka 525.000 unit. Jumlah ini lebih rendah dari target yang ditetapkan semula yakni 600.000 unit.

Meski secara resmi Gaikindo masih mematok target penjualan di angka 600.000 unit, namun hal itu dirasa berat terutama jika melihat hasil penjualan hingga bulan Oktober. “Walau patut diakui agak berat (untuk mencapai angka 600.000 unit, karena hanya tersisa dua bulan lagi. Apalagi biasanya Desember kecenderungan konsumen menunda pembelian,” kata dia.

Sebelumnya, Asean Automotive Federation (AFF) menyebut produksi mobil di negara-negara ASEAN khususnya di Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Myanmar, dan Filipina sepanjang Januari – Agustus mencapai 1.641.099 unit. Jumlah ini anjlok 41,4% dibanding jumlah produksi yang dihasilkan pada periode yang sama tahun lalu, yang sebanyak 2.801.048 unit.

Ilustrasi proses produksi mobil di pabrik TMMIN – dok.Mobil123.com

Penurunan produksi terdalam dialami Indonesia, yakni hingga 48,6%. Jika di delapan bulan pertama tahun 2019 masih sebanyak 831.662 unit, tahun ini hanya 427.607 unit.

Thailand mencatatkan penurunan produksi terbesar kedua, dengan besaran 42,1%. Pada Januari – Agustus 2019, Negeri Gajah Putih itu masih memproduksi sebanyak 1.403.153 unit, tahun ini hanya 812.721 unit. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This