Tarik 7 Juta Mobil Karena Airbag, GM Nombok Rp 17 Triliun

Tarik 7 Juta Mobil Karena Airbag, GM Nombok Rp 17 Triliun
Chevrolet Silverado model 2014 - dok.Motor Trend

Detroit, Motoris – General Motors Co (GM) Senin (22/11/2020) mengumumkan akan menarik kembali (recall) 7 juta unit kendaraan buatannya di seluruh dunia karena terindikasi menggunakan airbag Takata yang inflatornya bermasalah. Sebelumnya, pabrikan asal Amerika Serikat itu membuat petisi untuk menghindari kewajiban recall kendaraan yang ditengarai bermasalah.

Seperti dilaporkan Reuters, Senin (23/11/2020) GM melakukan langkah tersebut setelah Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) menolak petisi yang diajukannya. Jumlah mobil yang ditarik lebih dari perkiraan NHTSA yang sebanyak 5,9 juta unit. Penarikan ini diperkirakan membuat GM harus merogoh kocek hingga US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 17 triliun (kurs US$ 14.190).

“GM harus menarik kembali 5,9 juta pikap truk dan SUV model tahun 2007-2014 karena inflator arbag (yang digunakannya) berisiko meledak setelah terpapar panas dan kelembapan yang tinggi dalam jangka waktu lama seperti airbag Taka umumnya, yang telah di-recall,” bunyi keterangan NHTSA.

Jumlah 7 juta unit kendaraan tersebut merupakan total unit yang akan ditarik dan berada di berbagai negara di dunia, dimana 544.000 unit di antaranya berada di Kanada. Unit yang ditarik itu termasuk Cadillac Escalade, Chevrolet Silverado, Chevrolet Suburban, Chevrolet Tahoe, GMC Sierra dan GMC Yukon.

Ilustrasi, proses produksi mobil di pabrik General Motors – dok.Forbes

Awalnya, GM mengajukan petisi dengan menyatakan penarikan itu tidak perlu karena tidak menimbulkan risiko keselamatan. Bahkan hingga Senin (23/11/2020) kemarin, pabrikan tersebut menyatakan masih menyebut bahwa penarikan kembali kendaraan tersebut tidak didasari catatan faktual dan ilmiah.

Meski, akhirnya GM mengatakan akan mematuhi keputusan NHTSA dan mulai mengambil langkah yang diperlukan. Faktanya, dari kasus ledakan inflator airbag Takata yang terjadi di Amerika Serikat dan menimbulkan 18 kematian, tidak ada yang melibatkan kendaraan GM.

Hingga saat ini, 15 kasus kematian akibat ledakan airbag yang telah dilaporkan sejak tahun 2009 terjadi di mobil Honda. Kemudian dua kasus di kendaraan Ford Motor Co dan satu kasus lagi di mobil BMW.

Ilustrasi, proses produksi mobil di pabrik General Motors – dok.CNBC

Sebelumnya, meski NHTSA mengatakan GM harus menarik kembali 5,9 juta kendaraan, namun GM bersikukuh kendaraan itu berbeda dari kendaraan lain yang memiliki inflator Takata. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This