Tancap Gas di Asia, Scania Bangun Basis Produksi di Cina

Tancap Gas di Asia, Scania Bangun Basis Produksi di Cina
Tractor Head Scania - dok.Cision

Stockholm, Motoris – Produsen truk asal Swedia, Scania AB, mengaku akan menginvestasikan miliaran kron untu menjadikan Cina sebagai basis produksi global ketiga setelah Eropa dan Amerika Latin. Pabrikan yang sahamnya telah dibeli oleh divisi kendaraan komersial Volkswagen – Traton SE – itu selain ingin menggempur pasar lokal Cina, juga ingin menggarap lebih intensif pasar Asia.

“Hingga akhir tahun 2020-an, kami akan melakukan investasi yang signifikan untuk mendapatkan manfaat dari perkembangan ini (dan) untuk menjadikan Cina sebagai kaki ketiga dalam struktur produksi global kami,” kata Chief Executive Scania, Scania Henrik Henriksson, seperti dilaporkan British Herald, Rabu (25/11/2020).

Hanya, Henriksson tak merinci nilai investasi yang bakal digelonotorkan tersebut. Dia hanya menyatakan, kucuran investasi akan dilakukan setahap demi setahap hingga menjadi sebuah unit basis prduksi global secara penuh, seiring dengan struktur pemasoknya.

Truk berat Scania untuk sektor pertambangan – dok.Wallbg.com

Henriksson menambahkan, Cina merupakan negara dengan pasar kendaraan komersial terbesar di dunia. Menurut dia, Negeri Tirai Bambu itu saat ini menyumbang 40% kendaraan komersial di dunia.

“Scania juga bermaksud untuk menggunakan basis basis produksi di Cina sebagai pusat regional untuk penjualan ke pasar Asia lainnya,” kata dia.

Sementara, seperti dilaporkan Reuters, Selasa (24/11/2020), Scania telah mengakuisisi saham perusahaan lokal di Cina, yakni Nantong Gaokai. Dengan mencaplok perusahaan yang berbasis di kota Rugao, yang berada di wilayah timur Cina itu, Scania mendapatkan lisensi sebagai produsen truk di negara itu.

Hal itu sesuai dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah, dimana pabrikan asaing jika ingin berproduksi lokal di negara tersebut harus bermitra dengan pabrikan lokal. MAN dan Volvo yang merupakan pabrikan asing, juga bermitra dengan perusahaan setempat.

Ilustrasi, truk Scania buatan Scania dan Mercedes-Benz yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris

Pacu daya saing
Selain itu, dengan memproduksi lokal, truk Scania juga bakal bisa bersaing dengan truk-truk buatan pabrikan lokal Cina yang berbanderol lebih murah. Sebab, selama ini truk Scania yang dijajakan di negeri berpenduduk terbanyak di dunia itu diimpor.

Sejumlah pabrikan lokal seperti FAW Jiefang Group Co Ltd, Dongfeng Motor Group Co Ltd, dan Sinotruk Hong Kong Ltd kini mendomansi pasar. Mereka menawarkan kendaraan dengan harga lebih kompetitif.

Ilustrasi, Scania – dok.Nation Thailand

Sepanjang Januari hingga Oktober kemarin penjualan truk di Cina naik 24% dibanding tahun lalu, sehingga menjadi 3,87 juta unit. Hal itu terjadi karena didorong oleh investasi pemerintah dalam infrastruktur, selain itu konsumen membeli truk baru untuk mematuhi aturan emisi yang lebih ketat. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This