DFSK Glory 580 Tak Kuat Nanjak, Sokonindo Dituntut Ganti Rugi Rp 8,9 Miliar

DFSK Glory 580 Tak Kuat Nanjak, Sokonindo Dituntut Ganti Rugi Rp 8,9 Miliar
Ilustrasi DFSK Glory 580 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Sokonindo Automobile bersama enam diler ressminya dituntut oleh tujuh pemilik mobil DFSK Glory 580 Turbo CVT tahun 2018 untuk membayar ganti rugi material senilai Rp 1.959.000.000 dan immaterial Rp 7.000.000.000 (sehingga total Rp 8,959 miliar) kepada mereka. Pasalnya, SUV medium itu mengalami masalah yakni tidak dapat berjalan di tanjakan atau saat berada di kemacetan yang menanjak (stop and go).

Kuasa hukum para pemilik kendaraan, David Tobing, dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Kamis (3/12/2020) malam mengatakan, gugatan tersebut telah didaftarkan dan telah teregister secara e-court (online) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Nomor register: PN JKT.SEL-122020BS2 tanggal 3 Desember 2020. “DFSK telah melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, dan Peraturan Menteri Perhubunggan Republik Indonesia Nomor PM 33 Tahun 2018,” kata David.

Dia menyebut, dalam peraturan menteri perhubungan tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor Pasal 18 point b dan c mengenai uji untuk kerja mesin serta uji kemampuan jalan, itu dengan jelas dinyatakan produsen – adalam hal ini DFSK – dilarang memperdagangkan barang yang mengandung cacat tersembunyi dan wajib bertanggung jawab atas kerugian para konsumen. Sementara kasus yang dialami oleh tujuh konsumen dengan SUV DFSK Glory 580 milik mereka (yakni tidak bertenaga saat di tanjakan) itu jelas menunjukkan bahwa kendaraan mereka sangat tidak layak.

Iustrasi, SUV DFSK Glory 580 – dok.Motoris

“Itu merupakan bukti bahwa kendaraan yang diproduksi dan dijual oleh DFSK adalah kendaraan yang mengandung cacat tersembunyi. Ini sangat berbahaya bagi para konsumen karena dapat mengakibatkan kecelakaan yang fatal pada saat mereka mengendarainya dan dapat membahayakan pihak lain,” kata David.

Menurut David, sebelum gugatan dilayangkan para pemilik telah melaporkan serta melakukan perbaikan di bengkel resmi DFSK terkait dengan masalah itu. Tetapi, lanjut dia, hingga saat ini kendaraan milik tujuh konsumen itu masih mengalami masalah, yakni tidak dapat berjalan di tanjakan atau saat berada di kemacetan yang menanjak (stop and go) saat digunakan luar kota ataupun di parkiran mall.

Padahal, kata David, para konsumen itu membeli mobil DFSK Glory 580 Turbo CVT karena tertarik pada spesifikasi serta fasilitas yang di tawarkan. Terlebih, mobil tersebut memiliki turbo yang semestinya memiliki tenaga yang lebih baik dibanding mobil sekelasnya yang tidak memiliki turbo. “Tetapi klien kami mengalami gagal tanjak rata-rata lebih dari dua kali. Hal ini membuat klien kami menjadi takut menggunakan kendaraan untuk berpergian atau pada saat berada di jalanan yang menanjak,” tandas dia saat dihubungi di jakarta, Kamis (3/12/2020) malam.

Ilustrasi, kantor agen pemegang merek DFSK PT Sokonindo Automobile di Jakarta Selatan – dok.Motoris

Adapun nilai ganti rugi material sebesar Rp1.959.000.000 itu merupakan total harga pembelian tujuh SUV Glory 580 Turbo senilai Rp 1.000.000.000, serta kerugian immaterial senilai Rp7.000.000.000. “Sebab, tujuh pemilik kendaraan itu telah mengalami perasaan khawatir, takut selama menggunakan kendaraan dan juga habisnya waktu, pikiran dan tenaga selama mengalami kendala pada kendaraannya,” imbuh David.

Sementara Public Relation dan Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi yang dihubungi melalui aplikasi pesan elektronik, Kamis (3/12/2020) malam mengaku belum mengetahui secara persis apakah gugatan tersebut telah dikirimkan kepada perusahaanya. “Nah, ini yang belum bisa dikonfirmasi. Besok (hari ini, Jumat, 4 Desember 2020) akan dicek,” kata dia. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This