Tata Motors Kerek Harga Truk Cs Mulai Januari, Bagaimana di RI?

Tata Motors Kerek Harga Truk Cs Mulai Januari, Bagaimana di RI?
Ilustrasi, salah satu truk produksi Tata Motors yang dipasarkan di Indonesia - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Pabrikan otomotif asal India, Tata Motors, Senin (21/12/2020) mengumumkan akan menaikkan harga jual kendaraan komersial truk, bus, hingga pikap buatannya mulai 1 Januari 2021 nanti. Besaran kenaikan bervariasi tergantung model dan jenis bahan bakar yang digunakan.

Pernyataan pabrikan yang dilansir laman Livemint, Senin (21/12/2020) menyebut pengerekan harga jual ini dikarenakan sejumlah faktor. Harga bahan bakau yang menanjak, kurs valas, hingga investasi teknologi seiring dengan perubahan standar emisi menjadi Bharat Stage (BS 6) adalah faktor-faktor yang menjadi pemicu tersebut.

“Kondisi ini menjadikan kami terpaksa untuk memberikan sebagian dari kenaikan biaya tersebut kepada pelanggan,” kata perusahaan.

Namun, langkah seperti ini tidak hanya dilakukan Tata Motors saja. Sejumlah pabrikan lain di India juga menempuh cara serupa, demi mengurangi tekanan beban yang tak terhindarkan termasuk yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Meski, langkah-langkah seperti itu dinilai lembaga riset dan pemeringkatan kinerja perusahaan Fitch Rating bakal meredupkan prospek pemulihan permintaan oleh pelanggan.

Ilustrasi, salah satu truk yang dipasarkan pabrikan asal India, Tata Motors, Tata Prima 3338.K – dok.Motoris

“Karena dampak pandemi (Covid-19) juga masih dirasakan berat sampai saat ini oleh konsumen (kendaraan),” bunyi pernyataan lembaga itu seperti dilansir Business Express, Senin (21/12/2020).

Lantas bagaimana PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) melihat rencana kenaikan harga jual kendaraan komersial Tata yang diumumkan Tata Motors tersebut? Akankah juga ikut dikerek?

Kemampuan konsumen
Marketing Manager TMDI, Wilda Bachtiar menegaskan kebijakan dari prinsipal Tata Motors itu tidak akan serta merta juga direalisikan di Indonesia. Menurut dia, Tata Motors di Indonesia akan melihat kondisi rill pasar di Tanah Air, untuk melakukan penyesuaian.

“Artinya, kebijakan di Indonesia juga kondisional. Kita akan melihat dulu seperti apa konsumen di Indonesia. Dengan melihat dampak pandemi Covid-19 yang masih berat bagi dunia usaha kita. Karena itu, kami akan mempelajari dulu, apakah besaran kenaikan harga pokok (harga dari Tata Motors India) produk itu masih bisa di-absorbsi dan tidak menggerus signfikan dari margin (keuntungan) ya tentu kita usahakan harga tidak naik (di Indonesia),” kata dia saat dihubungi Motoris, Selasa (22/12/2020).

Ilustrasi, truk Tata Prima 2528k saat digunakan digunakan di areal pertambangan nikel di Maluku Utara – dok.TMDI

Kebijakan seperti itu, lanjut Wilda, sudah biasa dilakukan TMDI. Bahkan, pada September lalu, meski semestinya harus ada penyesuaian harga jual kendaraan Tata Motors di Tanah Air, namun hal itu tidak dilakukan.

“Semestinya kami lakukan penyesuaian dengan inflasi dan lain-lain, tetapi tidak kami lakukan. Sebab, di tengah kondisi sekarang, penaikan harga justeru akan membuat pelaku usaha yang merupakan calon konsumen (pembeli truk) akan semakin berat. Jadi, soal kebijakan harga bagi kami sangat kondisional, (pertimbangannya) sesuai dengan kondisi yang ada di kita,” tandas Wilda. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This