Targetkan Jadi Terbesar di Dunia, Cina Malah Pangkas Subsidi Mobil Listrik

Targetkan Jadi Terbesar di Dunia, Cina Malah Pangkas Subsidi Mobil Listrik
Mobil listrik buatan pabrikan asal Cina Geely Automobile, Geometry C - dok.China Car News

Beijing, Motoris – Pemerintah Republik Rakyat Cina (Cina) mematok target pada tahun 2025 nanti, penjualan mobil energi terbarukan (NEV) – yang kendaraan plug-in hybrid (PHEV), kendaraan listrik baterai (BEV), dan kendaraan berbahan bakar hidrogen (FCEV) – di negerinya telah mencapai 20% dari total penjualan mobil. Cina juga mematok target telah menyumbang 55% dari total produksi dan penjualan mobil NEV dunia pada tahun itu.

Seperti dilaporkan Xinhua, Jumat (1/1/2021), target tersebut diungkap pemerintah dalam rencana pengembangan industri NEV pada 2021-2035. Hanya, saja mulai Jumat (1/1/2021) ini, Kementerian Keuangan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia ini justeru memangkas subsidi bagi NEV.

Untuk kendaraan NEV yang digunakan transportasi umum, subsidi pembeliannya dipangkas 10%. Sedangkan untuk angutan pribadi, subsidi dipapras 20%. “Kebijakan ini bertujuan agar industri kendaraan energi terbarukan itu sehat. Mereka dapat bersaing dan tumbuh secara sehat tanpa subsidi,” bunyi surat edaran yang dirilis Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Kementerian Sains dan Teknologi, serta Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional itu.

Mobil listrik Tesla Model 3 yang diproduksi di Cina yang kini telah diekspor ke Eropa- dok.Voice of America

Selain itu, pemerintah Negeri Tirai Bambu ini juga akan memperketat peraturan tentang investasi di sektor NEV. Tujuannya mencegah investasi dan manufaktur yang membabibuta di sektor NEV. Sebab investasi yang membabi buta dan tak terkendali justeru akan membuat industri tidak sehat, terlebih jika terjadi persaingan tak sehat.

Penjualan mobil elektrifikasi di Cina atau NEV sepanjang Januari – November tercatat sebanyak 1,109 juta unit. Jumlah ini naik 3,9% dibanding penjualan di kurun waktu yang sama tahun 2019.

Mobil listrik Xpeng P7 buatan Xpeng Motors yang dipamerkan di hajatan Guangzhou Motor Show 2019 lalu – dok.InsideEVs.com

Data yang dihimpun Asosiasi Produsen Mobil Cina (CAAM) yang dilansir Argusmedia dan The Green Journal, Senin (28/12/2020) angka penjualan itu yang terbanyak di dunia. Namun, jumlah produksi mobil elektrifikasi di Negeri Tirai Bambu itu susut 0,1% dibanding Januari hingga November 2019.

Tahun ini jumlah yang diproduksi sebanyak 1,119 juta unit. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This