Tesla Berburu Direktur Desain yang Paham Betul Selera Konsumen Cina

Tesla Berburu Direktur Desain yang Paham Betul Selera Konsumen Cina
Ilustrasi, Tesla Model 5 di Cina - dok.The Detroit Bureau

Beijing, Motoris – Pasar Republik Rakyat Cina (Cina) dengan jumlah penduduk 1,407 miliar jiwa dan kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan – termasuk mobil listrik murni – telah menggiurkan bagi pabrikan mana saja, termasuk Tesla Inc. Kini, demi memenuhi selera pasar, Tesla tengah mencari direktur desain yang paham betul soal keinginan dan cita rasa idaman konsumen negeri itu.

Kabar ini diungkap tiga sumber yang dikutip Reuters, Senin (11/1/2021), mengatakan sejak empat bulan terakhir manajer sumberdaya manusia Tesla dan headhunter telah memcari kandidat yang pas untuk menempati posisi direktur desain itu.

“Mereka mencari kandidat bi-budaya (yang paham dua budaya, Amerika dan Cina) dengan pengalaman 20 tahun lebih yang akrab dengan selera Cina. Sosok yang dicari diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara Cina dan Amerika Serikat,” ujar sang sumber.

Mobil listrik Tesla Model 3 yang diproduksi di Cina yang kini telah diekspor ke Eropa- dok.Voice of America

Beberapa kandidat kabarnya telah diwawancarai oleh kepala desain global Tesla, Franz von Holzhausen. Namun tidak jelas disebutkan sudah berapa banyak calon yang telah didekati Tesla maupun perusahaan jasa perekrutan itu.

Cina merupakan pasar mobil terbesar di dunia dan pasar paling banyak menyerap mobil listrik pada saat ini. Volume penjualan mobil listrik di negara itu – menurut perkiraan lembaga konsultan LMC Automotive – pada tahun ini bakal mencapai sekitar 1,5 juta unit.

Sedangkan bagi Tesla, Negeri Tirai Bambu tersebut merupakan pasar terbesar kedua setelah setelah Amerika Serikat. Sementara, direktur desain yang tengah dicari itu nantinya akan ditempatkan di studio desain Tesla yang berada di Beijing atau Shanghai.

Pendiri Tesla Inc, Elon Musk, di salah satu mobil listrik buatan Tesla – dok.Istimewa

Proses pembangunan studio itu sempat sedikit tersendat karena hubungan antara Cina dengan Amerika yang memanas akibat perang dagang. Namun, Tesla tetap bertekad untuk membangunnya, sesuai dengan bos yang sekaligus pendirinya, Elon Musk.

Seperti diketahui, pada awal tahun 2020 lalu, Musk sempat berujar ke media lokal Cina di Shanghai soal keberadaan studio. “Saya pikir sesuatu yang akan sangat keren adalah … untuk membuat pusat desain dan teknik di Cina, untuk benar-benar merancang mobil asli di Cina untuk konsumsi di seluruh dunia. Saya pikir ini akan sangat menarik,” tandas dia. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This