Sudah Bikin Perusahaan, Tesla Segera Jualan dan Jajaki Bangun Pabrik di India

Sudah Bikin Perusahaan, Tesla Segera Jualan dan Jajaki Bangun Pabrik di India
Ilustrasi, Tesla Model 3, saah satu produk mobil listrik buatan pabrikan asal Amerika Serikat, Tesla Inc, yang paling laris - dok.Istimewa

Bengaluru, Motoris – Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat – Tesla Inc – bersama mitra lokalnya yakni Energy Private Limited pada 8 Januari lalu telah mendirikan perusahaan bernama Tesla Motor India di Bengaluru, negara bagian Karnataka. Pendirian perusahaan ini merupakan bagian dari persiapan Tesla untuk menjual mobil listrik di India, yang direncanakan akhir tahun 2021.

Seperti dilaporkan Reuters dan Gizmochina, Rabu (12/1/2021), Bengaluru yang merupakan kota di bagian selatan negara bagian Karnataka, selama ini dikenal sebagai pusat teknologi informasi India. Berbagai perusahaan teknologi global berkantor di kota tersebut.

“Sesuai pengajuan, anak perusahaan Tesla di India itu memiliki tiga direktur, termasuk David Feinstein, yang sebelumnya sudah menjadi eksekutif senior pabrikan mobil,” tulis Gizmochina.

Ilustrasi, kegiatan di pabrik Tesla – dok.Teslarati.com

Menteri Transportasi India, Nitin Gadkari, dalam sebuah wawancara dengan media lokal dan internasional di India mengatakan Tesla bakal menjual mobil listrik – untuk tahap awal – di wilayah Bengaluru terlebih dahulu. “Seyelah itu, Tesla akan mempertimbangkan perakitan dan produksi lokal (dengan membangun pabrik di India) juga,” ujar Nitin.

Pada tahun 2020 lalu, Chief Executive Officer Tesla Inc, Elon Musk, telah menyatakan bahwa perusahaannya akan masuk ke pasar India. Peluncuran Tesla di India selaras dengan kebijakan Perdana Menteri Narendra Modi yang mempromosikan produksi dan penggunaan kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan India terhadap bahan bakar inyak fosil sekaligus mengurangi tingkat polusi di negara tersebut.

Hanya, perkembangan industri mobil listrik di Negeri Sari – yang telah digagas sejak satu dekade lalu – mengalami stagnasi. Minimnya investasi untuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya menjadi salah satu penyebabnya.

Elon Musk, Bos dan pendiri Tesla Inc-dok.Istimewa via Business Insider

Lantaran itulah, pemerintah India telah merencanakan insentif senilai lebih dari US$ 4 miliar kepada perusahaan yang membangun fasilitas manufaktur pembuat baterai canggih di India. Pemerintah negara itu juga mengklaim telah ada sejumlah pabrikan yang menjajaki investasi pendirian pabrik baterai di negaranya.

 

Beberapa waktu sebelumnya, Elon Musk sempat menyatakan Tesla akan membangun gigafctory baru di Asia, setelah sebelumnya mendirikan gigafactory di Shanghai, Cina, dan kini telah beroperasi. Namun, lokasi untuk pabrik tersebut belum ditentukan. (Sut/Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This