Diprotes RI dan Thailand, Siasat Proteksi Mobil Vietnam Ditangguhkan

Diprotes RI dan Thailand, Siasat Proteksi Mobil Vietnam Ditangguhkan
Ilustrasi, poses produksi mobil VinFast di pabriknya yang berada di Vietnam - dok.Bangkok Post

Hanoi, Motoris – Pemerintah Vietnam melalui Kementerian Keuangan sejatinya ingin memperpanjang kebijakan pemberian potongan atau diskon 50% biaya registrasi (Bea Balik Nama dan pajak) bagi mobil-mobil yang diproduksi lokal di negara tersebut. Namun, kebijakan yang semestinya berlaku sejak 1 Januari tahun 2021 itu belum berlaku alias ditangguhkan pelaksanaannya.

Seperti dilaporkan The Hanoi Times dan Vietnam Business, Jumat (15/1/2021), urungnya kebijakan tersebut tak lepas dari nota keberatan yang dilayangkan sejumlah negara eksportir mobil melalui kedutaan mereka yang berada di Negeri Paman Ho itu. Mereka antara lain Thailand, Indonesia (RI), dan Kamar Dagang Eropa.

“Kementerian Keuangan belum memperpanjang kebijakan pemotongan biaya pendaftaran sebesar 50% untuk mobil produksi dalam negeri karena kedutaan besar beberapa negara, termasuk Thailand, Indonesia, dan Kamar Dagang Eropa (EuroCham), menyatakan keprihatinannya,” bunyi pernyataan Asosiasi Industri Vietnam.

Kegiatan produksi mobil Honda di pabrik lokal di Vietnam – dok.TienPhong News

Alasan Indonesia, Thailand, dan Eropa atas kebijakan itu adalah sifatnya yang diskriminatif. Pemberian potongan biaya pendaftaran mobil baru – yang besarnya 12% dari harga mobil – itu dinilai sebagai instrumen proteksi industri lokal secara terselubung dan tidak fair, serta melanggar ketentuan World Trade Organization (WTO).

Thailand dan Indonesia, selama ini diketahui sebagai negara pengekspor mobil terbanyak ke Vietnam. Menurut data Departemen Bea Cukai Vietnam sepajang Januari hingga November tahun 2020 lalu Vietnam telah mengimpor mobil dalam wujud utuh (CBU) sebanyak 92.261 unit. Jumlah itu turun 30,5% dibanding jumlah impor yang dilakukan selama periode yang sama tahun 2019.

Seperti dilaporkan laman Vietnam Insider, Selasa (28/12/2020), data Departemen Bea Cukai Vietnam  menyebut dari 92.261 unit mobil CBU impor sepanjang Januari – November 2020, sebanyak 44.697 unit atau 40% lebih berasal dari Thailand. Sedangkan 32.691 unit lainnya atau sekitar 36% berasal dari Indonesia.

Mitsubishi Xpander, salah satu mobil impor di Vietnam yang berasal dari Indonesia – dok.VnExpress International

Sementara, terkait dengan impor mobil dari Eropa, pemerintah Vietnam sejak 1 Januari 2021, memangkas tarif impor untuk mobil dari Eropa dengan besaran yang cukup sigifikan. Jika sebelumnya tarif masih sebesar 70,9%, kini menjadi 63,8%.

Penurunan bea masuk merupakan komitmen Vietnam di bawah EU – Vietnam Free Trade Agreement (EVFTA), yang diteken tahun 2020 lalu. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This