Penjual Mobil Hyundai di RI Ada Dua, Begini Kinerjanya

Hyundai Santa Fe di GIIAS 2019 – dok.Motoris


Jakarta, Motoris – Seiring dengan realisasi investasi Hyundai Motor Company (HMC) di Indonesia senilai Rp 21,8 triliun yang mulai direalisasikan pada Maret tahun 2020 lalu, struktur organisasi bisnis pun berubah. Maklum, pabrikan asal Korea Selatan itu tak sekadar mendirikan pabrik di Cikarang, Jawa Barat, tetapi juga merestrukturisasi organisasi proses produksi, distribusi, serta penjualannya,

Seperti dituturkan Komisaris Hyundai Mobil Indonesia (HMI), Jongkie Sugiarto, yang dihubungi di Jakarta, belum lama ini, dengan reorganisasi tersebut, kini ada empat organisasi. Dua di antaranya – yakni Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) dan kedua; Hyundai Motors Indonesia (HMID) – langsung dari Korea Selatan.

“Dua lainnya dari lokal Indonesia yaitu Hyundai Indonesia Motors (HIM) dan Hyundai Mobil Indonesia (HMI). Nah, nantinya HMMI akan menggantikan HIM dan menjadi operator pabrik Hyundai yang dibangun di Cikarang, sedangkan HMID akan menggantikan HMI sebagai distributor yang menangani pemasaran dan penjualan,” papar pria yang juga Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) itu.

Ilustrasi, Hyundai H-1 Royale – dok.Istimewa

Konsekuensi dari ubahan struktur organisasi ini juga berdampak pada status HIM dan HMI. Nantinya, HIM akan berubah menjadi tempat perakitan mobil umum, yang bisa digunakan oleh berbagai merek yang ingin merakit atau memproduksi model-model tertentu.

Sedangkan HMI akan menjadi diler utama yang bertugas menjual produk Hyundai sekaligus memberikan layanan purna jual atas produk tersebut. Fungsi dan tugas HMI sebagai diler utama tersebut seperti halnya Auto2000 di organisasi bisnis Toyota Motor di Tanah Air.

Tetapi, hingga akhir 2020 kemarin, tugas HMI sebagai agen pemegang merek yang mendistribusikan sekaligus menjual mobil Hyundai masih terjadi. Meski begitu, sejak September tahun itu HMID juga telah menjalankan tugas distribusi dan penjualan mobil Hyundai juga.

Ilustrasi, Hyundai i10 yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris

Kinerja penjualan
Data yang dihimpun Gaikindo menunjukkan, sepanjang tahun 2020 itu, total penjualan mobil Hyundai – yang dijual oleh HIM maupun HMID – ke diler (wholesales) mencapai 740 unit. Jumlah ini berasal dari penjualan yang dilakukan HIM sebanyak 525 unit, dan 215 unit dari penjualan yang dilakukan HMID.

Total wholesales oleh HIM itu berasal dari penjualan di bulan Januari sebanyak 130 unit, Februari 70 unit, Maret 33 unit, April 21 unit, Mei 15 unit, Juni 30 unit, Juli 36 unit, dan Agustus 35 unit. Kemudian dari penjualan selama September sebanyak 37 unit, Oktober 24 unit, November 43 unit, serta dari Desember sebanyak 51 unit.

Sementara, HMID baru melakukan penjualan ke diler (wholesales) pada bulan September. Total penjualan selama empat bulan – atau dari September hingga Desember – sebanyak 215 unit. Rinciannya, di bulan September 27 unit, Oktober 80 unit, November 54 unit, serta Desember 54 unit.

Hyundai Kona versi konvensional yang dilincurkan di Indonesia di hajatan GIIAS 2019 – dok.Motoris

Sedangkan penjualan total penjualan ke konsumen (ritel) yang berhasil dicatatkan oleh HIM sepanjang 12 bulan penuh di tahun 2020, sebanyak 581 unit. Jumlah ini berasal dari penjualan di Januari yang sebanyak 114 unit, Februari 103 unit, Maret 45 unit, April 33 unit, Mei 14 unit, Juni 43 unit, Juli 51 unit, Agustus 34 unit, September 52 unit, Oktober 21 unit, November 29 unit, dan Desember 42 unit.

Adapun dari penjualan ritel yang dilakukan oleh HMID totalnya 181 unit. Penjualan tersebut berasal dari penjualan di bulan September yang sebanyak 14 unit, Oktober 40 unit, November 61 unit, dan Desember 66 unit. Di bulan Januari hingga Agustus, HMID belum membukukan penjualan.

Hyundai Kona listrik yang diluncurkan di Indonesia oleh HMID – dok.Hyundai Motor Indonesia

Namun, baik total penjualan wholesales maupun ritel Hyundai ini masih tertinggal jauh oleh merek asal Cina, yakni Wuling dan Dongfeng Sokon (DFSK). Pasalnya, di tahun 2020 Wuling membukukan wholesales sebanyak 6.581 unit dan ritel 9.523 unit.

Sementara, DFSK mengantongi angka wholesales 1.947 unit. Dan penjualan ritel yang dicatatkan merek ini sebanyak 2.424 unit. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This