Ini Alasan Utama Nissan akan Setop Produksi di Filipina

Sedan-Nissan-Almera-yang-diproduksi-di-pabrik-Nissan-yang-berlokasi-di-Santa-Sora-Laguna-Filipina-dok.Istimewa-via-Autoindustriya


Manila, Motoris – Nissan Philippines Inc (NPI) telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan perakitan lokal mobil – yang saat ini tinggal sedan Nissan Almera – di Santa Rosa, Laguna, pada Maret tahun ini. Ada sejumlah fakta dan alasan yang mendasari peutusan tersebut.

Seperti dilaporkan laman Autoindustriya dan Manila Herald, Jumat (29/1/2021) Univation Motor Philippines (UMPI) – yang merupakan mitra Nissan dalam perakitan kendaraan Nissan di negara itu – kini masih berproduksi, meski hanya menyelesaikan sisa kuota produksi. Kegiatan produksi benar-benar berhenti pada Maret nanti.

Menurut President & Managing Director NPI, Atsushi Najima, sedikitnya ada empat alasan utama yang mendasari keputusan penghentian produksi itu. Pertama, karena kebutuhan dan preferensi pelanggan di Filipina yang kini te;ah bergeser ke SUV, crossover, dan pikap.

Kedua faktor skala ekonomi. Pabrikan akan menangung beban kerugian – atau lebih teparnya lebih besar pasak daripada tiang – alias tekor jika terus meproduksi sebuah model, sementara penjualannya lemot alias kurang laku. Ketiga, masih terkait dengan skala ekonomi, yakni sebagian besar suku cadang mobil Nissan yang dibuat di Filipina itu masih diimpor.

Ilustrasi, Nissan Navara NP100 versi baru – dok.Autocar

“Meskipun sebagian besar suku cadang dapat disediakan oleh pemasok lokal, tetapi komponen utama lainnya harus diimpor agar produksi dapat berjalan dengan lancar. Biaya menjadi masalah utama. Energi, sumber suku cadang, dan tenaga kerja semuanya memerlukan biaya,” papar Najima.

Walhasil, kendaraan buatan lokal harganya akan lebih mahal dibandingkan dengan sumber dari luar negeri. Sehingga, mempertahankan produksi lokal sama halnya dengan melanggengkan derita kerugian bagi pabrikan.

Keempat, terakit dengan kebijakan Nissan Motor Company untuk melakukan restrukturisasi bisnisnya di kancah global. Nissan akan mengurangi kapasitas produksinya di seluruh dunia sebesar 20%. Dengan menutup beberapa pabrik dan jalur perakitan di seluruh dunia, termasuk Filipina.

Ilustrasi, Nissan Terra versi terbaru – dok.Nissan-me.com

“Kami perlu mempertimbangkan semua faktor untuk saat ini, dan juga untuk masa depan. Berdasarkan faktor-faktor itu, kami harus memilih opsi terbaik untuk maju,” tandas Najima.

Lantas, akankah semua produk yang dipasarkan di Negeri Pisang itu bakal dipenuhi dari impor? Salah seorang sumber di NPI mengatakan, belum tentu, karena Nissan di negara itu berkeinginan untuk memproduksi SUV Nissan Terra dan pikap Navara. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This