Senilai Rp 54,7 Triliun, Ekspor Mobil Listrik Korea Meroket 65,9%

Mobil otonom Hyundai Ioniq – dok.Istimewa via Extreme Tech


Seoul, Motoris – Asosiasi Perdagangan Internasional Korea (KITA), menyatakan sepanjang tahun 2020 lalu nilai ekspor mobil listrik murni atau mobil listrik baterai (BEV)Korea Selatan ke berbagai negara tujuan tercatat mencapai US$ 3,9 miliar atau sekitar Rp 54,7 triliun (kurs US$ 1 = Rp 14.027). Nilai ekspor ini melonjak 65,9% dibanding nilai ekspor sepanjang tahun sebelumnya.

“Nilai ekspor mobil listrik murni tersebut melebihi ekspor mobil hibrida Korea Selatan yang nilainya US$ 2,5 miliar. Dan ini untuk pertama kalinya ekspor mobil ramah lingkungan Korea Selatan mencapai US$ 7,1 miliar pada tahun 2020, dimana porsi ekspor BEV mencapai 54,7% dari total elspor itu,” bunyi pernyataan KITA yang dilansir Business Korea, Senin (1/2/2021).

Data asosiasi itu menunjukkan lonjakan ekspor yang tertinggi dan dibukukan pada tahun itu adalah ekspor ke Italia yang mencapai 260,2%, 624,3%. Kemudian ke Inggris dan Prancis yang masing-masing meroket hingga 624,3% dan 112,2%.

Ilustrasi, Hyundai Kona listrik model 2020 – dok.Autoblog

Fakta data juga menjukkan, ekspor ramah lingkungan (hybrid, plug-in hybrid, BEV, hingga bahan bakar hidrogen) dari Korea Selatan ke Norwegia, 97,3% merupakan mobil BEV.

Sedangkan total volume ekspor mobil ramah lingkungan (hybrid, plug-in hybrid, BEV, hingga bahan bakar hidrogen) di tahun 2020 itu naik 68% dibanding tahun 2019.

Asosiasi mengklaim Korea Selatan- di periode tiga kuartal pertama 2020 atau jadri Januari hingga September – berada di peringkat keempat dalam daftar ekspor mobil listrik murni (BEV) dan ekspor kendaraan plug-in hybrid.

Ekspor truk hidrogen Hyundai – dok.Istimewa via Electrive.com

Sementara dalam hal ekspor mobil ramah lingkungan secara keseluruhan (hybrid, plug-in hybrid, BEV, hingga bahan bakar hidrogen) berada di urutan kelima dunia.

Selain itu, ekspor kendaraan bertenaga listrik dari bahan bakar hidrogen meningkat 26,3% dan dimana ekspor truk hidrogen ke Eropa dimulai pada Juli tahun itu.

Ilustrasi, kantor LG Chem. Perusahaan ini sejak tahun 2011 lalu tercatat sebagai pabrikan pembuat baterai untuk kendaraan listrik terbesar ketiga di dunia – dok.Istimewa

Adapun untuk produk baterai kendaraan listrik, pabrikan Korea Selatan (antara lain LG Chem dan SK Innovation) berada di uritan kedua dan keempat terbesar di dunia. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This