Mitsubishi Motors Prediksi Masih Merugi Rp 44,9 Triliun

Ilustrasi, Mitsubishi Outlander Sport PHEV diproduksi di pabrik MMC di Chon Buri Thailand – dok.MMC


Tokyo, Motoris – Mitsubishi Motors Corporation (Mitsubishi), Selasa (2/1/2021) mengumumkan proyeksi terbaru atas kinerja bisnisnya sepanjang tahun fiskal 2020/2021 yang bakal berakhir pada Maret nanti.

Dalam proyeksi paling anyar ini, pabrikan berlambang tiga berlian tersebut memperkecil nilai kerugian yang dideritanya, karena menyusutnya biaya overhead yang ditanggungnya plus pulihanya penjualan di wilayah Asia Tenggara.

Seperti dilaporkan Nikkei, Selasa (2/2/2021), pabrikan kini memproyeksikan kerugian bersih yang bakal dialaminya senilai 330 miliar yen atau sekitar Rp 44,9 triliun (kurs 1 yen = Rp 136,05). Nilai rugi bersih yang ditetapkan dalam proyeksi baru ini lebih kecil atau menyusut 30 miliar yen (sekitar Rp 4,1 triliun).

Sebelumnya, The Asahi Shimbun melaporkan pada 27 Juli 2020 lalu, Mitsubishi memperkirakan pihaknya bakal menangung kerugian bersih hingga 360 miliar yen atau sekitar Rp 49,1 triliun selama tahun fiskal 2020/2021 yang berakhir pada Maret 2021.

Ilustrasi, tampilan Eclipse Cross versi konvensional dari sudut kiri samping belakang – dok.Motoris

Kerugian terjadi karena dampak wabah virus corona (Covid-19) yang menerjang berbagai belahan dunia dan mengakibatkan ambrolnya penjualan mobil buatan pabrikan.

Mitsubishi menyodorkan data, sepanjang kuartal pertama tahun fiskal 2020/2021 itu – atau di rentang waktu April hingga Juni 2020 – penjualannya anjlok hingga 57,2% dengan total nilai yang hanya 229,5 miliar yen. Pada saat yang sama, laba operasi defisit 53,3 miliar yen.

Pabrikan yang berdiri sejak tahun 1870 itu memperkirakan penjualannya akan turun 34,8 persen tahun ke tahun menjadi 1,48 triliun yen di tahun fiskal 2020/2021. Pendapatan bersihnya defisit hingga 360 miliar yen.

Ilustrasi, Mitsubishi Pajero. Mitsubishi Motors menutup pabrik pembuat SUV ini yang berada di Prefektur Gifu, Jepang Tengah, pada September 2021 menyusul terus menurunnya penjualan – dok.CarsGuide.com

“Kami menghitungnya dengan asumsi bahwa pasar akan pulih dalam dan setelah tahun fiskal berikutnya, tetapi kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” papar Chief Executive Offocer Mitsubishi Motors, Takao Kato, pada 27 Juli 2020 lalu.

Serangkaian langkah restrukturisisasi dijalani Mitsubishi. Selain menawarkan program pensiun secara sukarela kepada para karyawan, juga menutup pabrik dinilai tak prospektif, yaitu di Prefektur Gifu yang dioperasikan oleh anak perusahaan Pajero Manufacturing Company pada September 2021.

Beruntung, penjualan Mitsubishi di Asia Tenggara mulai meningkat kembali sejak April 2020, meski belum pulih seperti sediakala. Bahkan di kuartal ketiga tahun fiskal 2020/2021 – yakni Oktober hingga Desember 2020 – laba operasional yang berhasil dikantongi dari kawasan itu mencapai 7,7 miliar yen.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander – dok.Istimewa

Kinerja di Asean itu lebih bagus dibanding dengan kinerja yang diukir di Amerika Serikat dan Eropa. Sebab di kedua wilayah ini Mitsubishi masih merugi. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This