Kawasaki Patenkan Transmisi Semi Otomatis

Gambar-sistem-kerja-dan-bagian-bagian-transmisi-pintar-yang-dipatenkan-Kawasaki-Motor-dok.Istimewa-via-Cycle World


Tokyo, Motoris – Kawasaki Motorcycles diketahui telah mengajukan hak paten atas transmisi pintar elektronik semi otomatis di Jepang pada Juli 2019 lalu.Padahal, para pesaingnya yaitu Honda sudah menyodorkan transmisi DCT pada tahun 2009, bahkan Yamaha pernah menawarkan FJR 1300 bertransmisi serupa YCC-S pada awal 2006.

Lantas, apa sesuatu yang baru hasil pengembangan Kawasaki ini? Tentu, penjelasan rinci dan konkret belum diberikan secara resmi oleh pabrikan tersebut. Hanya dugaan dengan dasar sistem kerja dan komponen di gambar paten itu yang mencuat ke permukaan.

Seperti dilaporkan laman Cycle World dan Motorcycle Daily, belum lama ini, pabrikan sepeda motor asal Jepang itu membuat ilustrasi mekanisme kerja transmisi yang diajukan hak patennya itu di motor Kawasaki Ninja 1000 SX. Motor tersebut merupakan generasi pertama yang hadir ke pasar pada tahun 2010 lalu.

Namun, motor itu – diduga – hanya sekadar wahana atau tempat untuk mengilustrasikan sistem kerja tranmisi pintar elektrobik itu. Tujuannya, tentu agar lebih gampang dihapami, dan bukan berarti transmisi full elektrik tersebut secara pasti dan akan serta merta dipasang di motor tersebut, bisa saja model-model lain.

Bagian-bagian-transmisi-pintar-yang-dipatenkan-oleh-Kawasaki-Motor-dok.Istimewa-via-Cycle World

Dari serangkaian gambar yang salinannya telah marak muncul di jagat maya terlihat, sistem kerja transmisi anyar itu dibuat full elektronik. Tuas kopling akan dihubungkan ke sistem komputer, sehingga untuk mengganti gigi dapat dilakukan secara mudah dan cepat. Artinya, transmisi ini bersifat semi otomatis.

Dengan sistem ini, pengendara tak hanya melakukan penggantian gigi motornya melalui sistem shift-by-wire, tetapi juga dapat menggunakan kaki layaknya sepeda motor konvensional. Perbedaannya, terletak pada sistem elektronik dan mekanisme yang pergantian gigi yang diatur oleh komputer, sehingga berlangsung akurat, mulus, dan lembut.

Laman Gijutsu Shimbun melaporkan, Kawasaki terkesan belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya yang telah terjadi, dimana transmisi DCT yang disematkan pada motor justeru tak dimnati pengguna. Sebuat sebagai contoh transmisi DCT Honda.

Melihat rangkaian komponen dan sistem kerja di gambar paten itu pula, tertangkap kesan bahwa Kawasaki ingin mereplikasi pengalaman yang terjadi selama ini terutama dalam pemindahan gigi konvensional. Sehingga pengoperasian tuas kopling dan tuas transmisi di depan footstep masih akan terjadi.

Ilustrasi-Kawasaki-Istimewa-via-Tri-County-Honda

Tetapi, mekanisme perpindahan gigi menggunakan aktuator elektronik dan sensor. Sehingga, berlangsung cepat. Juga tak membutuhkan sebuah shifter khusus.

Manfaat lain dari keberadaan transmisi anyar ini adalah, ruang girboks menjadi lebih kecil. Sehingga perancangan gaya desain motor juga lebih leluasa, karena medium untuk berkreasi juga lebih luas. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This