Ingat, PPnBM 0% Hanya Berlaku untuk Pembelian Mobil Kategori Ini

Ilustrasi mobil ramah lingkungan harga terjangkau alias LCGC Honda. Mobil LCGC tidak termasuk mobil yang mendapatkan fasiitas diskon PPnBM, karena sejak kelahirannya di tahun 2013 sudah tidak dikenai PPnBM – dok.Istimewa


Jakarta, Motoris – Pemerintah mematok target pembelian mobil oleh masyarakat dan produksi kendaraan bermotor di Tanah Air, pemerintah menyiapkan insentif penurunan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor hingga menjadi 0%. Namun, besaran tarif 0% ini berlaku sepanjang tiga bulan yakni dari Maret hingga Mei.

Dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Kamis (11/2/2021) Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan usulan pemberian stimulus berupa relaksasi pajak itu merupakan upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada masa pandemi Covid. Melalui kebijakan itu, pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mendorong industri manufaktur.

“Karena kontribusi sektor industri manufaktur ini ke Produk Domestik Brutto (PDB) yang sebesar 19,88%. Industri otomotif merupakan salah satu sektor manufaktur yang terkena dampak pandemi Covid-19 paling besar,” papar dia.

Mitsubishi Xpander terbaru – dok.MMKSI

Pemangkasan tarif pajak – PPnBM – ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli (purchasing power) dari masyarakat dan memberikan jumpstart pada perekonomian nasional.

“Harapannya dengan insentif yang diberikan bagi kendaraan bermotor ini, konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas akan meningkat, meningkatkan utilisasi industri otomotif, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini,” tutur mantan Menteri Perindustrian itu.

Namun, insentif ini hanya berlaku untuk pembelian mobil kategori besaran kubikasi mesin 1.500 cc ke bawah – dengan jenis sedan maupun kendaraan berpenggerak 4×2 – yang dirakit di dalam negeri. Pemberian insentif ini akan dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan yang dibagi dalam tiga periode, dimana masing-masing periode berlangsung selama tiga bulan.

Ilustrasi, Daihatsu Xenia model terbaru – dok.Istimewa

Tahap pertama, yakni di periode Maret hingga Mei besaran tarif yang diberlakukan 0% (atau dipangkas hingga 100%). Kemudian tahap kedua, pengurangan tarif hingga 50% berlaku di Juni – Agustus, dan pemangkasan tarif sebesar 25% untuk periode September – November.

“Besaran insentif ini akan dilakukan evaluasi setiap tiga bulan. Instrumen kebijakan akan menggunakan PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) melalui revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK), yang ditargetkan akan mulai diberlakukan pada 1 Maret 2021,” imbuh Airlangga.

Namun seperti dikatakan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, fasiitas diskon PPnBM itu tidak beralku bagi mobil murah ramah lingkungan (LCGC).

“Karena LCGC itu kan program nasional yang berbeda dengan mobil lainnya yang diproduksi tidak dalam program khusus. LCGC sejak lahir tahun 2013, mendapatkan fasilitas bebas PPnBM, demi menjaga harga jual yang terjangkau. Meskipun dengan syarat khusus yaitu tingkat emisi gas buangnya,” kata dia saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Kamis (11/2/2021). (Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This