Kabar PPnBM Mobil 0%, Bisa Bikin Penjualan Ambles Lagi di Februari

Ilustrasi, Suzuki All New Ertiga – dok.Istimewa


Jakarta, Motoris – Sejumlah kalangan di industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih, memperkirakan kabar akan diberlakukannya diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100% alias tarif PPnBM 0% untuk mobil baru telah menyebabkan orang menunggu. Kondisi diperkirakan bakal menjadikan penjualan mobil menurun lagi pada Februari.

“Ya, kalau memang ada penurunan penjualan di bulan Februari itu wajar, karena orang menyambut kabar baru (diskon PPnBM hingga 100%) tarif PPnBM menjadi 0% itu dengan positif. Tetapi, setelah itu kami perkirakan akan melonjak,” ujar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, saat dihubungi Motoris di Jakarta, Senin (15/2/2021).

Jongkie mengaku hanya mendapatkan masukan dari sejumlah pengelola diler dari beberapa merek mobil. Meski, kabar itu baru menyeruak ke publik menjelang akhir pekan lalu, namun gemanya telah menyelusup ke berbagai lini di masyarakat.

Ilustrasi, Daihatsu Xenia model terbaru – dok.Istimewa

“Kabar begitu cepat menyebar. Dan informasi dari beberapa teman di sejumlah diler menyebutkan, banyak pertanyaan disampaikan masyarakat terkait dengan penerapan kebijakan diskon PPnBM ini. Saya tidak tahu persis peristiwanya seperti apa, tetapi perkiraan teman-teman itu dan saya pribadi, bisa saja masyarakat menunggu bulan Maret,” kata Jongkie.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy yang dihubungi Motoris pada hari yang sama mengaku belum mendengar kabar adanya calon pembeli mobil mengurungkan niatnya membeli karena ingin membeli di bulan Maret. Meski, lanjut Anton, jika ada masyarakat yang menunggu kebijakan itu berlaku demi mendapatkan harga yang lebih miring, tentunya hal yang wajar.

Seperti halnya Jongkie, Anton juga meyakini kebijakan itu bakal mengerek kinerja penjualan di bulan Maret hingga seterusnya.

Ilustrasi, Toyota Avanza – dok.PT TAM

“Tetapi berapa besar (peningkatan yang bakal terjadi karena kebijakan itu) masih kami pelajari. Kalau sebelumnya (Februari) turun wajar, tetapi di Maret kita harapkan ada impact (dampak) sehingga naik,” ucap Anton.

Penjualan Januari anjlok
Sementara Jongkie memperkirakan jika kebijakan diskon PPnBM hingga 100% atau tarif PPnBM mobil menjadi 0%, maka saban bulannya penjualan akan naik 40% atau menjadi 60.000 – 70.000 unit. “Kalau sebelunya di tahun 2020 itu kan rata-rata per bulan 50.000 unit ya,” ucap dia.

Perhitungan Jongkie ini didasari fakta bahwa segmen pasar mobil yang diberikan fasilitas diskon pajak itu adalah mobil bermesin 1.500 cc ke bawah jenis berpenggerak 4×2 dan sedan. Jika ditotal, mobil kategori dan jenis tersebut selama ini mencapai 40,3% dari total penjualan.

Ilustrasi, All New Nissan Livina -dokMotoris

Adapun di sepanjang bulan pertama tahun ini atau Januari lalu – seperti terlihat di data Gaikindo – penjualan mobil ke konsumen (ritel) tercatat sebanyak 53.996 unit, dan penjualan ke diler (wholesales) sebanyak 52.910 unit.

Penjualan ritel di bulan perdana 2021 tersebut ambles 21% dibanding penjualan ritel selama bulan Desember 2020 yang masih sebanyak 68.698 unit. Bahkan anjlok sangat dalam dibanding Januari 2020 yang sebanyak 81.059 unit, atau Januari 2019 yang mencapai 87.555 unit. (Ril/Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This