Alasan Great Wall Pilih Thailand Jadi Pangkalan Penyerbuan ASEAN

All New Haval H6 2021 – dok.CarsGuide


Bangkok, Motoris – Pabrikan mobil asal Baoding, Hebei, Republik Rakyat Cina (Cina) – Great Wall Motor (GWM) – resmi memulai ekspansinya ke wikayah Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun 2020 lalu, setelah membeli pabrik milik General Motors yang berada di Rayong, Thailand.

Sebagai pembuka serangan, pabrikan yang dikenal sebagai spesialis pembuat SUV dan pikap ini, sejak 9 Februari menyodorkan SUV All New Haval H6 dan mobil listrik Ora Good Cat.

Seperti dilaporkan South China Morning Post dan The National, Kamis (18/2/2021), dalam prosesi peluncuran produk perdananya di Thailand itu, Managing Director GWM Thailand, Narong Sritalayon, menyatakan pihaknya akan mendorong Thailand sebagai pusat kendaraan listrik di kawasan.

Bahkan, di Negeri Gajah Putih itu GWM akan menggelontorkan sembilan model baru di rentang tiga tahun ke depan.

Mobil listrik Ora Good Cat – dok.Istimewa via Carscoops

“Hampir semua dari (sembilan model) model baru ini merupakan kendaraan listrik yang menciptakan kehidupan baru di kancah otomotif Thailand dengan menyuguhkan teknologi dan performa baru,” papar dia.

GWM yang kini sudah berhasil menjajakan produksnya di 60 negara di dunia itu, kata Narong, melihat Thailand sebagai pasar potensial. Selain telah menjadi pusat produksi mobil di Asia Tenggara, negara ini terus berupaya memposisikan dirinya sebagai pusat kendaraan bertenaga listrik baterai dengan menarik investasi dari pembuat mobil global dengan berbagai fasilitas.

Lebih dari itu, pada tahun 2030, Thailand menargetkan produksi mobil listrik telah mencapai 30% dari total produksi di negerinya. Hal itu diamini Juru Bicara Klub Otomotif Federasi Industri Thailand (FTI), Surapong Paisitpatanapong.

Ilustrasi, mobil listrik mungil buatan Great Wall Motors yang dinamai R1 dengan jangakuan hingga 300 kilometer – dok.YouTube

Bahkan hingga Desember 2020 kemarin, di negeri itu telah ada 2.079 kendaraan listrik, baik jenis kendaraan dengan tujuh kursi penumpang atau kurang dari tujuh yang telah terdaftar di otoritas transportasi.

“Jumlah ini naik pesat dibanding pada akhir Desember tahun 2019 lalu yang masih sebanyak 802 unit. Dan tahun ini, diperkirakan ada 6.000 unit mobil listrik baru yang akan berseliweran di jalan raya (Thailand),” papar dia seperti dilansir Business Express.

Tumbuh suburnya pasar mobil listrik di Thailand, lanjut Surapong, juga didorong oleh perjanjian perdagangan bebas antara negara-negara Asean dan Cina. Karena perjanjian tersebut, semua kendaraan listrik yang diimpor dari Cina akan bebas pajak, dibandingkan dengan yang diimpor dari Jepang, yang dikenai pajak sekitar 20%.

SUV Haval H6 terbaru. SUV buatan Great Wall Motor- dok.Istimewa via Jobvacancy

Selain itu di antara sesama anggota ASEAN, negara ini juga meneken perjanjian perdagangan bebas kawasan (AFTA) sehingga pajak ekspor dan impor bisa mencapai 0%. “Thailand juga masih menjadi negara pengekspor mobil nomor satu di kawasan regional, dan nomor lima di kawasan global,” imbuh dia. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This