Bikin Pabrik di India: Tesla Bukan Berpaling dari Indonesia, Ini Alasannya

Ilustrasi, sebuah show room Tesla – dok. Los Angeles Times


Jakarta, Motoris
– Dalam beberapa hari terakhir marak pemberitaan yang menyebut pabrikan mobil listrik asal California, Amerika Serikat – Tesla Inc – akan membangun pabrik perakitan di Karnataka, Bengaluru, India Selatan. Sontak, kabar tersebut – oleh banyak kalangan – dikaitkan dengan rencana investasi pabrikan besutan Elon Musk itu di Indonesia, dan diartikan “Tesla” lebih memilih India ketimbang Indonesia.

Padahal, seperi diungkap oleh kolega Motoris di Kementerian Perindustrian bahwa penafsiran seperti itu tidak tepat. Menurut dia, ada kekeliruan penafsiran sejak dari awal oleh masyarakat, termasuk media.

Pertama, sejak Oktober 2020, Elon Musk sudah menyatakan dalam cuitan di twitter-nya, bahwa perusahaannya tengah mempertimbangkan memasarkan produknya di India dan melihat kemungkinan membangun pabrik di sana. “Nah, ini yang perlu digarisbawahi bahwa sejak awal Tesla memang sudah mengincar India untuk membangun pabrik baru. Itu yang pertama harus dipahami,” papar dia saat dihubungi di Jakarta, Jumat (19/2/2021) sore.

Ilustrasi, mobil listrik Tesla Model 3 yang diproduksi di Cina – dok.Voice of America

Sementara, lanjut dia, ketertarikan Tesla dengan Indonesia yang mulai terlihat serius di bulan-bulan akhir tahun 2020. Bahkan di Desember tahun itu, Presiden Joko Widodo telah melakukan pembicaraan dengan bos Tesla Elon Musk untuk penjajakan investasi.

Tesla bahkan akan mengirim tim ke sini pada Januari, tetapi diundur karena masih ada larangan masuk bagi warga negara asing dalam rangka pencegahan virus corona. Tetapi, kemudian disebut Tesla telah mengirim proposal.

“Nah, kabarnya proposal investasi ini tidak menyebut pembangunan pabrik produksi mobil seperti di India. Jadi jelas kan? Bukan seperti diberitakan sejumlah media, seolah-olah Tesla lebih pilih India ketimbang Indonesia. Itu tidak tepat, karena substansinya berbeda,” kata dia.

Ilustrasi-baterai-listrik-buatan-Tesla-dok.Istimewa-via-Olhar-Digital

Pernyataan senada ditegaskan Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Agus Tjahajana Wirakusumah. Meski tak mau membeberakan secara jelas informasi yang didapatnya terkait proposal Tesla karena terikat perjanjian menjaga kerahasiaan, Non Disclosure Agreement (NDA) namun secara tersirat dia memastikan investasi Tesla di Tanah Air bukan membangun pabrik mobil maupun baterai listrik.

“Soal investasi Tesla di India dan Indonesia memang berbeda. (Di Indonesia) bukan perakitan mobil,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Jumat (19/2/2021), usai seminar virtual EV Battery: Masa Depan Ekonomi Indonesia.

Ilustrasi, kegiatan di pabrik Tesla – dok.Teslarati.com

Investasi energy storage
Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian ini menyebut kemungkinan besar Tesla berminat untuk sistem penyimpanan energi (ESS).”Sekarang kita (dengan Tesla) di tahap negosiasi. Kita lagi pelajari dia mau masuknya ke mana. Dari pembicaraan selama ini sepertinya mintak masuk ke ESS,” tandas dia

Pernyataan yang lebih gamblang disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati saat rapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

“Tesla cenderung berminat (investasi di produksi) ESS. Karena pasar ESS ini besar dan bisa menjaga keandalan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). ESS ini pasarnya besar. Pertamina juga akan masuk ke sana,” tandas dia.

Tempat pengecasan baterai mobil listik Tesla – dok.Crobis via Getty Image

ESS biasanya dipakai untuk sistem off-grid kelistrikan alias di luar jaringan dan sangat dibutuhkan di daerah untuk daerah tertinggal yang memakai panel surya atau tenaga angin (PLTB). ESS berfungsi sebagai pembangkit peaker yang bekerja untuk membantu pembangkit listrik di kala konsumsi mencapai titik puncak. (Fan/Sut/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This