Semikonduktor Langka, Industri Mobil Thailand Was-was Produksi Terpangkas

Ilustrasi, produksi mobil di sebuah pabrik milik produsen mobil yang beroperasi di Thaland – dok.Bangkok Post


Bangkok, Motoris
– Produsen mobil – berbagai merek – yang berproduksi di Thailand kini mulai was-was setelah maraknya informasi berkuranganya pasokan chip atau semikonduktor untuk produk otomotif, khususnya mobil di dunia. Mereka kini dikabarkan tengah berlomba-lomba melakukan pemesanan perangkat tersebut agar produksi mereka terpangkas akibat kepastian pasokan yang tak jelas.

Seperti dilaporkan Bangkok Post dan Business Express, Senin (22/2/2021), Deputy Bidang Ekonomi Federasi Industri Thailand (FTI) Suparat Sirisuwanangkurat mengatakan saat ini para produsen mobil di Negeri Gajah Putih itu cemas. Terlebih, produksi semikonduktor untuk otomotif juga tak sebanding dengan permintaan.

Menurutnya, kekurangan semikonduktor atau chip global itu disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor. Mulai dari meningkatnya permintaan peralatan elektronik karena meningkatnya penggunaan perangkat elektronik seiring banyaknya orang bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19, pertumbuhan kendaraan listrik, serta perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina.

Ilustrasi, proses produksi mobil di Thailand – dok.Nikkei Asian Review

“Perang dagang Amerika Serikat dengan Cina menyebabkan pembatasan impor chip. dari Cina.Industri otomotif khawatir akan menghadapi situasi yang sama, seperti yang terjadi di Amerika Serikat, karena pasokan chip di Thailand hampir habis,” ujar dia.

Suparat mengatakan para produsen mobil di Thailand kini tengah melakukan pembicaraan dengan produsen chip. Merek meminta produsen semikonduktor itu meningkatkan kapasitas produksi sehingga dapat memenuhi pertumbuhan permintaan yang cepat.

Data yang dihimpun Federasi Industri Thailand (FTI) seperti dilaporkan Xinhua, Jumat (19/2/2021), menunjukkan sepanjang tahun 2020 itu total penjualan mobil di Negeri Gajah Putih ini hanya 792.146 unit alias jeblos 21,4%. Sedangkan penjualan mobil di pada bulan Januari tahun ini hanya 55.208 unit.

Produksi mobil di Thailand untuk pasar domestik dan ekspor di Thailand – dok.The Thaiger,jpg

Jumlah ini jeblos 21,3% dibanding bulan Januari 2020. Jumlah ini ambrol hingga 46,96% dibanding bulan Desember tahun yang sama. Lantaran itulah, seperti ditegaskan FTI dalam keterangan resminya, seiring dengan pulihanya kondisi dari badai pandemi Covid-19 kini produsen mobil di Thailand ingin melipatgandakan penjualan yang ditopang produksi yang maksimal.

Seperti diketahui, semikonduktor merupakan komponen penting di industri mobil. Pabrikan menggunakan peranti semikonduktor itu untuk sistem manajemen mesin, hingga sistem ABS.

Ilustrasi, kegiatan produksi mobil – dok.Istimewa via Thailand News Today

Selain itu untuk sistem transmisi, sistem instrumentasi kelistrikan, dan modul kendali kelistrikan pada bodi mobil. Bahkan kantung udara, hingga sistem pengaman tambahan. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This