Rawan Terbakar: Hyundai Recall Lagi 26.699 Mobil Listrik di Korea, Mayoritas Kona

Hyundai Kona Listrik yang terbakar di luar Korea Selatan – dok.Istimewa via WhichCar


Seoul, Motoris – Kementerian Transportasi Korea Selatan, Rabu (24/2/2021) menyatakan Hyundai Motor Company akan menarik kembali (recall) 26.699 unit mobil listrik buatannya yang telah beredar di tengah masyarakat Korea Selatan. Pasalnya, mobil-mobil itu telah diketahui berpotensi terbakar.

Seperti dilaporkan Reuters dan Nikkei, Rabu (24/2/2021), pernyataan kementerian itu menyebut dari total jumlah yang akan di-recall ini, 25.083 di antaranya merupakan SUV listrik Hyundai Kona. “Proses penarikan produk ini akan dimulai pada 29 Maret,” bunyi pernyataan Kementerian Transportasi.

Sebelumnya, Selasa (26/2/2021), Reuters mewartakan Kementerian Transportasi Negeri Ginseng itu menyebut di pekan ketiga Januari itu sebuah Hyundai Kona listrik kembali terbakar. Padahal, mobil tersebut telah ditarik dan diperbaiki oleh diler Hyundai.

Hyundai Kona listrik yang terbakar di Korea Selatan – dok.Istimewa

Namun, nyatanya, mobil tersebut kembali terbakar. Kasus ini, lanjut kementerian, telah mendorong pihak berwenang di Korea untuk menyelidiki kelayakan proses penarikan (recall) yang dilakukan.

Terlebih, serangkaian kejadian Hyundai Kona listrik terbakar marak di Korea Selatan pada bulan Oktober 2020. Kasus kebakaran Hyundai Kona listrik yang terbaru, disebut masih terjadi pada Sabtu (23/1/2021) di kota Daegu.

“Kasus ini merupakan salah satu dari 11 yang dilaporkan sejauh ini di Korea. Namun kejadian ini berbeda dari sebelumnya, karena ini adalah Kona listrik pertama yang terbakar setelah menjalani proses recall,” ujar pejabat di kementerian tersebut.

Sekadar catatan di tahun 2020, di Korea Selatan, Hyundai telah menarik kembali 25.564 Kona listrik. Mobil yang di-recall tersebut merupakan unit yang dibuat selama September 2017 hingga Maret 2020.

Hyundai Kona listrik terbakar di Amerika Setrikat – dok.St Geirge News

Dugaan yang mencuat kala itu, karena risiko korsleting yang mungkin disebabkan oleh kesalahan produksi baterai sel bertegangan tinggi. Hyundai menyatakan Kona listrik itu mendapatkan pembaruan perangkat lunak dan beberapa di antaranya mendapatkan penggantian baterai.

Penyebab masih misteri
Tetapi, pejabat kementerian menyebut Kona yang terbakar hanya mendapatkan pembaruan perangkat lunak, tetapi baterainya tidak diganti. Sementara, Institut Pengujian & Penelitian Mobil Korea, yang telah menyelidiki kebakaran tersebut, kemudian melakukan penyelidikan.

Laporan laman Business Korea dan The Business Herald, belum lama ini, menyebut seorang pejabat di lembaga itu mengatakan para peneliti telah menemukan adanya cacat produksi di baterai yang memicu kebakaran di Kona listrik dan berujung ditariknya unit-unit yang dindikasikan memiliki masalah serupa.

“Kami telah menemukan cacat sel pada baterai lithium-ion. Pejabat LG Energy Solution (produsen pembuat baterai) mengunjungi institut ini untuk mengonfirmasi temuan tersebut,” papar dia.

Hyundai Kona listrik yang terbakar di Kanada – dok.Automotive News Canada

Namun LG Energy Solution secara tegas membantah laporan tersebut. “Ini jauh dari kebenaran,” kata seorang pejabat LG Energy Solution.

Sedangkan pejabat lainnya di perusahaan produsen baterai itu mengatakan, “Memang benar bahwa pejabat perusahaan mengunjungi Institut Riset Namyang dan membahas masalah tersebut. Tetapi kami tidak dapat memastikan penemuan cacat baterai yang dilaporkan lembaga tersebut,” kata dia.

Seperti diketahui, pada Oktober tahun 2020 lalu Hyundai Motor mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap 77.000 unit Kona listrik yang diproduksi dari September 2017 hingga Maret 2020 setelah sejumlah unit terbakar.

Ilustrasi, Hyundai Kona Listrik 2020 – dok.Carsguide

Jumlah tersebut merupakan total unit yang ditengarai bermasalah dan di-recall. (Fan/Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This