Recall Hampir 82 Ribu Mobil Listrik, Hyundai Rogoh Kocek Rp 12,69 Triliun

Ilustrasi, Hyundai Kona Listrik – dok.Car and Driver


Seoul, Motoris – Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (MoLIT) Korea Selatan, Rabu (23/2/2021) mengumumkan Hyundai Motor Cpmpany akan menarik kembali (recall) sekitar 82.000 (tepatnya 81.701 unit) mobil listrik buatannya yang telah terjual di berbagai negara.

Untuk penarikan – khususnya penggantian baterai – mobil yang bermasalah itu, pabrikan mobil terbesar di Korea Selatan ini diperkirakan bakal merogoh kocek sekitar 1 triliun won atau sekitar Rp 12,69 triliun (kurs 1 won = Rp 12,69).

Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (24/2/2021), mobil yang akan di-recall itu menggunakan baterai listrik buatan LG Chem (melalui anak perusahaannya, LG Energy Solution). Sehingga, tulis media itu, masalah pelik yang bakal dihadapi Hyundai adalah bagaimana membagi kewajiban pendanaan recall itu antara pihaknya dengan LG.

Hyundai Kona Listrik yang terbakar di luar Korea Selatan – dok.Istimewa via WhichCar

Penarikan dan penggantian baterai mobil listrik ini merupakan yang pertama kalinya di dunia. “(Sehingga) ini sangat penting bagi Hyundai dan LG karena (saat imi konsumen dunia) berada di tahap awal era kendaraan listrik. Bagaimana Hyundai menangani persoalan ini akan menjadi preseden yang tidak hanya di Korea Selatan saja, tetapi juga untuk negara lain (dunia),” papar peneliti senior Institut Korea untuk Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Lee Hang-koo.

Laman Korea Business dan The Business Herald, pada hari yang sama mewartakan, MoLIT menyebut beberapa baterai bertegangan tinggi yang diproduksi di pabrik LG Energy Solution di Nanjing telah dipastikan memiliki cacat. Masalah produksi itulah yang diketahui berpotensi menyebabkan sistem menjadi pendek dan terbakar.

“Jumlah Hyundai Kona listrik yang ditarik porsinya paling banyak, yaitu 75.680 unit dari total 161.000 unit yang diproduksi hingga saat ini,” bunyi pernyataan MoLIT.

Mobil listrik Hyundai Ioniq – dok.Istimewa

Alibi pabrikan pembuat baterai
Sejatinya, Hyundai pada akhir tahun 2020 lalu, telah menarik Hyundai Kona listrik yang ditengarai berpotensi terbakar menyusul insiden kebakaran atas mobil tersebut, dan melakukan penggantian perangkat lunak. Namun, di Januari 2021, mobil yang ditarik dan telah diperbaiki itu kembali terbakar.

Otoritas Korea Selatan pun menggelar penyelidikan apakah penarikan pertama sudah memadai. Di saat yang sama LG Energy Solution – anal perusahaan LG Chem Ltd yang memproduksi baterai dan digunakan di mobil itu – dengan cepat menangkis kritik.

Dalam sebuah pernyataannya, LG Energy Solution menyebut Hyundai salah menerapkan saran LG dalam pengisian daya baterai secara cepat dalam sistem manajemen baterai. Lantaran itulah, tandas pabrikan itu, sel baterai tidak boleh dilihat sebagai penyebab langsung dari risiko kebakaran.

Tetapi, alibi LG Energy Solution itu dibantah oleh MoLIT. Dalam sebuah pernyataan MoLIT menyebut beberapa cacat telah ditemukan di beberapa sel baterai yang diproduksi di pabrik LG Energy di Nanjing Cina. Namun, Hyundai tidak berkomentar tentang penyebab kebakaran.

Hyundai juga belum bersedia memberikan rincian kapan akan menghitung biaya recall tersebut. Pabrikan mengatakan mengatakan hanya akan menunggu hasil penyelidikan kementerian transportasi terlebih dahulu.

Kendaraan yang ditarik kali ini terdiri dari sekitar 76.000 unit Hyundai listrik yang dibuat pada tahun 2018 dan 2020. Kemudian sekitar 25.000 unit Hyundai Ioniq listrik dan bus Elec City.

Hyundai Kona listrik yang terbakar di Kanada – dok.Automotive News Canada

Sebelumnya dilaporkan ada 15 kasus kebakaran Hyundai Kona listrik. Dari jumlah kasus itu 11 kasus di Korea Selatan, dua kasus di Kanada, dan satu kasus masing-masing di Finlandia dan Austria. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This