Sepanjang 2020: Penjualan Triumph di ASEAN Disebut Anjlok 26%

Triumph Rocket 3R – dok.Visordown


Roma, Motoris – Wabah virus corona (pandemi Covid-19) berpengaruh besar terhadap industri sepeda motor global. Sebagai besar produsen kendaraan bermotor roda dua itu membukukan penjualan yang menurun dibanding tahun sebelumnya.

Begitu pula dengan produsen sepeda motor asal Hinckley, Inggris, Triumph Motorcycles Ltd. Pabrikan yang menjajakan produknya ke berbagai belahan dunia ini dikabarkan membukukan penurunan penjualan, meski tipis yakni hanya 2,9% dibanding tahun 2019.

Hasil riset lembaga riset pasar kendaraan bermotor dunia yang berkantor di Roma, Italia – Motorcycle Data – seperti dilansir di situs resminya, belum lama ini, total penjualan yang dibukukan pabrikan itu sebanyak 56.249 unit. Sementara di tahun 2019, total penjualan yang berhasil dikantongi masih sebanyak 59.600-an unit.

Triumph Tiger 900 GT 2020 – dok.Istimewa

“Data ini merupakan data kendaraan yang didaftarkan (penjualan yang dilaporkan ke lembaga berwenang di suatu negara) pada tahun kalender ( Januari – Desember). Kami melacak registrasi kendaraan baru di seluruh dunia (lebih dari 80 negara),” bunyi pernyataan Motorcycle Data.

Dari total penjualan di tahun 2020 yang sebanyak 56.249 unit itu 47,5% di antaranya merupakan penjualan di Eropa. Penjuailan di wilayah ini diketahui naik 3,9% .

Secara rinci, penjualan di Jerman naik 19,1%, di Polandia naik 22,8%, di Finlandia tumbuh 40%, di Slovenia bahkan meroket hingga 105,9%. Kemudian di Swiss naik 26%, Luksemburg naik 28,8%.

Ilustrasi, pendengara Triumph Trident 660 – dok.Istimewa

Namun di Italia penjualan merek ini diketahui anjlok hingga 15,6%, di Inggris merosot 12,9%, dan Spanyol melorot hingga 12%. Adapun di wilayah Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) penjualan Triumph diketahui anjlok 26%.

Lalu, di Amerika Latin merosot 19%, dan di wilayah Pasifik (yakni di Australia dan Selandia Baru) merosot hingga 18,7%. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This