Buntut Recall 82.000 Kona Listrik Cs, Hyundai dan LG Bertarung di Pengadilan?

Hyundai Kona listrik terbakar di Amerika Setrikat – dok.St Geirge News


Seoul, Motoris – Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (MoLIT) Korea Selatan, Rabu (23/2/2021) mengumumkan Hyundai Motor Company akan menarik kembali (recall) sekitar 82.000 (tepatnya 81.701 unit) mobil listrik buatannya yang telah terjual di berbagai negara. Proses penarikan dilakukan mulai Maret ini.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (24/2/2021) kendaraan yang ditarik terdiri dari sekitar 76.000 unit Hyundai Kona listrik yang dibuat pada tahun 2018 dan 2020. Kemudian sekitar 25.000 unit Hyundai Ioniq listrik dan bus Elec City. Mobil yang di-recall ini mobil menggunakan baterai listrik buatan LG Chem (melalui anak perusahaannya, LG Energy Solution).

“Sehingga, masalah pelik yang bakal dihadapi Hyundai adalah bagaimana membagi kewajiban pendanaan recall itu antara pihaknya dengan LG,” tulis Reuters saat itu.

Hyundai Kona listrik yang terbakar di Kanada – dok.Automotive News Canada

Ternyata, dugaan seperti itu tak meleset. Seperti dilaporkan laman Business Korea, Selasa (2/3/2021), Hyundai Motor Co. dan LG Energy Solution dikabarkan tidak dapat mengatasi perbedaan pandangan di antara mereka terkait pembagian beban biaya penggantian baterai untuk mobil listrik yang ditarik itu. Terlebih, LG juga masih menolak hasil penelitrian yang menyebut kasus kebakaran itu dikarenakan baterai yang bermasalah.

Walhasil, kemungkinan keduanya membawa masalah ini ke pengadilan pun sangat besar. Meski, pejabat kedua perusahaan diketahui telah bertemu dan bertukar pendapat sebelum dan setelah Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (MLIT) memerintahkan recall terhadap mobil-mobil yang ditengarai rawan terbakar itu.

Perintah penarikan mobilini diumumkan pada akhir bulan Februari lalu. “Masalah biaya penarikan dan penggantian baterai bagi mobil yang ditraik karena ditengarai bermasalah itu diserahlan kepada kedua perusahaan,” bunyi keterangan MLIT.

Hyundai Kona listrik yang terbakar di Korea Selatan – dok.Istimewa

Hyundai Motor disebut telah meminta LG harus menanggung biaya penggantian baterai seluruhnya atau hampir seluruhnya. Pasalnya, dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan oleh lembaga negara – yakni Korea Automobile Testing & Research Institute (KATRI) – telah menemukan bukti beberapa baterai bertegangan tinggi (buatan LG Energy Solution yang dibuat di pabrik dan periode tertentu cacat produksi.

Catat itulah yang diduga menjadi penyebab korsleting internal. Terlebih, pada Oktober tahun 2020 – setelah mendapatkan laporan terbakarnya sejumlah Hyundai Kona listrik di Morea Selatan dan di sejumlah negara – Hyundai telah melakukan penarikan.

Pabrikan saat itu telah mengganti ganti sistem manajemen baterai – yang juga merupakan salah satu disarankan oleh LG – tanpa mengganti baterai.

Ilustrasi, lantor LG Chem – dok.Forbes

Beda pandangan
Namun, setelahnya, terbakarnya Hyundai Kona listrik masih terjadi Korea Selatan. Tak pelak, MLIT yang menyangsikan proses dan hasil recall yang dilakukan sebelumnya itu langsung menggelar penyelidikan.

Singkat cerita, dengan mengacu pada hasil penyelidikannya itu, MLIT merekomendasikan agar Hyundai menarik sekitar 82.000 unit mobil listrik buatannya yang telah dijual di berbagai negara. Mobil yang harus di-recall terdiri dari Hyundai Kona listrik, Hyundai Ioniq listrik, serta bus listrik Elec City.

Seperti dilaporkan The Business Herald, Hyundai Motor sejatinya sangat ingin menyelesaikan masalah kebakaran tersebut dengan cepat tidak peduli berapa biayanya. Sebab, Hyundai kini tengah berupaya meningkatkan kehadirannya di pasar mobil listrik dunia.

Hyundai Kona listrik yang meledak dan terbakar di Montreal, Kanada Juli 2019 lalu – dok.CBC

Sehingga, jika citranya tercoreng akibat kasus itu, akan berdampak kepada produk maupun citra perusahaan. Oleh karena itu, pabrikan mobil terbesar di Korea ini tidak ingin terkesan lamban dalam menangani masalah yang terkait langsung dengan keselamatan konsumen.

Selain biaya untuk mengganti dengan baterai baru, penarikan kembali akan menimbulkan biaya lain seperti biaya sewa mobil – untuk digunakan konsumen – selama masa penggantian. Hyundai Motor mengatakan akan merefleksikan biaya ini dalam hasil bisnisnya untuk tahun 2020.

Hyundai disebut tengah mempertimbangkan untuk membayar semua biaya langsung dan tidak langsung sendiri terlebih dahulu. Setelah itu, dia akan menagih LG Energy Solution melalui proses hukum.

Ilustrasi, mobil listrik Hyundai Ioniq – dok.Istimewa

Biaya penggantian baterai dengan berbagai prosesnya– hasil hitungan terbaru – diprediksi mencapai 1,4 triliun won atau sekitar Rp 17,8 triliun (kurs 1 won = Rp 12,72).

Namun, LG Electronics setelah pengumuman penarikan mobil listrik Hyundai diserukan, telah menyatakan akan menyisihkan dana sekitar 100 miliar won atau sekitar Rp 1,27 triliun untuk proses penggantian baterai. Tentyu dana senilai ini sangat jauh dari dana yang diperkirakan oleh Hyundai. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This