Satu Lagi Merek Otomotif Asal Cina Rangsek Pasar Indonesia, Hongyan

Ilustrasi, salah satu varian truk buatan SAIC Hongyan Genlyon – dok.Hongyantruck


Jakarta, Motoris – Pasar kendaraan bermotor – baik roda empat atau lebih maupun roda dua – di Indonesia ternyata sangat menggiurkan bagi pabrikan-pabrikan dari berbagai negara, termasuk dari Republik Rakyat Cina (Cina). Selain Wuling Motors dan Dongfeng Sokon (DFSK), ternyata masih ada beberapa di antaranya FAW dan merek milik SAIC Motor Corporation Ltd yaitu Morris Garage dan Hongyan.

Nama yang terakhir itu merupakan merek kendaraan komersial khususnya truk. Bahkan merek itu telah hadir dan menjadi anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada tahun 2020 lalu.

“Hongyan itu satu grup dengan MG (Morris Garage dalam satu patung di bawah payung induk SAIC Motor), dan menjadi anggota Gaikindo tahun lalu. Tetapi, hingga saat ini belum mencatatkan jumlah penjualannya,” tutur Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara, saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Ilustrasi, replika Hongyan Genlyon – dok.Istimewa

Faktanya, di data penjualan sepanjang tahun – baik ke diler (wholesales) maupun ke konsumen (ritel) yang dihimpun Gaikindo) – nama Hongyan bertengger di urutan ke-35 dari 37 anggota Gaikindo. Dia di atas Renault Auto Euro dan Proton yang penjualannya juga nihil.

Kolega Motoris di Kementerian Perindustrian yang dihubungi di Jakarta, Kamis (4/3/2021) mengatakan, Hongyan sejatinya ingin menggarap pasar Indonesia secara intensif mulai tahun 2020. “Tetapi tiba-tiba pandemi Covid-19 datang, sehingga seperti apa kiprahnya tidak terekspose lagi,” papar dia.

Beberapa varian truk buatan SAIC-Iveco Hongyan-dok.Istimewa

Sejak Juni 2020 ekspor ke RI
Sementara itu laman China Trucks, belum lama ini, melaporkan SAIC Hongyan telah melakukan pengiriman pertama truk berat buatannya ke Indonesia sejak Juni 2020 lalu.

“SAIC Hongyan, memperkuat ekspansinya ke luar negeri, menyusul pengiriman secara resmi sejumlah truk self-dumping Jiingang ke pelanggannya di Indonesia,” bunyi laporan media itu mengutip pernyataan resmi pabrikan.

Model pertama yang dikirim pada 18 Juni itu merupakan truk berat berteknologi Iveco – pabrikan asal Italia – namun bermesin buatan SAIC Motor. Mesin tersebut diklaim mampu menyemburkan tenaga hingga 460 hp dengan torsi hingga 2.200 Nm.

Truk SAIC Iveco Hongyan – dok.HongyanTruck.com

“Merek ini semakin populer di pasar luar negeri seiring dengan kebijakan Belt & Road Initiative yang digagas oleh Pemerintah Cina. SAIC Hongyan berkompetisi di segmen pasar heavy duty di Indonesia, yang kini dikuasai oleh beberapa merek asal Eropa,” tulis media itu.

Sekadar catatan, SAIC Iveco Hongyan – pabrikan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh SAIC Motor – yang berkantor pusat di Chongqing. Pabrikan tersebut didirikan dengan menggandeng pabrikan asal Italia, Iveco.

Sejumlah sumber literatur menyatakan, pada Juli 2006 Iveco menyatakan telah mencapai kesepakatan usaha patungan dengan SAIC untuk mendirikan SAIC Iveco Commercial Vehicle Investment Co., Ltd. (SAIC Iveco). Pada Agustus 2006, SAIC Iveco resmi disetujui oleh Departemen Perdagangan Republik Rakyat Cina.

Truk SAIC-Iveco Hongyan – dok.Chinatrucks.com

Kemudian, pada 18 September 2006, perusahaan itu menggandeng Chongqing Heavy Vehicle Group (pabrikan truk berat yang didirikan pada tahun 1984 di distrik Shuangqiao,Cina). Porsi kepemilikan saham masing-masing, 67% digenggam SAIC Iveco dan 33% oleh Chongqing Heavy Vehicle Group.

Lantas, mereka bersepakat menggunakan nama SAIC Iveco Hongyan dan mulai membangun pabrik dan meluncurkan truk berat (heavy duty truck) pertama bernama Genlyon, pada tahun 2009. Kemudian model kedua, Kingkan, diluncurkan pada tahun 2011 dan disusul model ketiga, Gentruck pada tahun 2015. (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This