Jadi Mitra Tambang Nikel Kaledonia Baru, Tesla Amankan Pasokan Bahan Baku

Ilustrasi, Tesla Model 3, saah satu produk mobil listrik buatan pabrikan asal Amerika Serikat, Tesla Inc, yang paling laris – dok.Istimewa


California, Motoris – Tesla Inc saat ini mungkin sudah mulai lega, setelah melakukan kesepakatan dengan negara kepulan di wilayah Pasifik Selatan Kaledonia Baru atau New Caledonia. Pabrikan besutan Elon Musk itu didapuk menjadi pemasehat teknis tambang nikel – di pulau Goro – negeri itu, sekaligus membeli hasil tambang.

Seperti dilaporkan laman Mining dan BBC, Sabtu (6/3/2021), sebelumnya tambang nikel milik dilanda konflik. Sebab, perusahaan asal Brasilia – Vale – dan pemerintah negara itu yang memiliki saham berniat melego tambang itu ke perusahaan asal Swiss, Trafigura.

Namun, Kamis (4/3/2021) rakyat New Caledonia menyatakan kemarahannya atas putusan tersebut karena menilai negara akan kehilangan kontrol atas tambang mineral yang kini menjadi sangat berharga bagi industri otomotif dunia itu.

Ilustrasi-baterai-listrik-buatan-Tesla-dok.Istimewa-via-Olhar-Digital

Terlebih, para pekerja melakukan pemogokan dan pemerintah negara itu pun runtuh. Sementara, Tesla yang sebelumnya risau dengan pasokan nikel untuk produksi baterai ion lithium (yang menggunakan bahan baku nikel) karena pasokannya dinilai tak mencukup, seakan mendapat angin.

“Nikel merupakan perhatian terbesar kami untuk meningkatkan produksi sel lithium-ion,” ujar Elon Musk di akun twitter pribadinya, seperti dikutip BBC.

Sebelumnya, Musk telah mencuit di twitter dan mengatakan pabrikannya tengah mencari alternatif baterai dari bahan baku lain yaknbi berkatoda besi atau lithium iron phosphate (LFP). Hal itu dikarenakan pasokan nikel dunia yang dinilainya tak mencukupi.

“Karena jumlah bahan baku besi dan lithium sangat melimpah,” sebut Musk di twitter @elonmusk seperti dilansir Carscoops, 26 Februari lalu.

Ilustrasi, kegiatan di pabrik Tesla – dok.Teslarati.com

Adapun soal keterlibatan Tesla di tambang nikel New Caledonia ini, Vale mengatakan kesepakatan dengan itu akan memungkinkan operasi untuk melanjutkan jalur yang berkelanjutan untuk masa depan.

“Selain itu menyelamatkan lapangan kerja dan memberikan nilai ekonomi bagi negara,” bunyi keterangan perusahaan.

Sejatinya, seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (6/3/2021), Vale telah mencari pembeli selama lebih dari setahun. Tetapi, penjualan itu tak kunjung berhasil karena ada kerumitan politik di internal Kaledonia Baru.

Persoalan berangsur mereda setelah Vale mencapai kesepakatan dengan ororitas setempat yang menyatakan pemberian 51% saham kepada otoritas negara itu dan masyarakat. Perusahaan asal Swiss Trafigura hanya mendapatkan saham 19% atau lebih kecil dari rencana semula yang ditetapkan 25%.

Elon Musk, Bos dan pendiri Tesla Inc-dok.Istimewa via Business Insider

Tesla tidak akan memiliki saham perusahaan tersebut. Kehadirannya di tambang Goro hanya sebatas mitra teknis. Kendati, dengan kemitaan itu perusahaan memberikannya kendali pasokan hasil tambang itu, sehingga rantai pasokan bagi produksi baterai listriknya pun terjamin. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This