Toyota Laporkan Dugaan Suap Anak Usahanya di Thailand ke AS

Ilustrasi, proses produksi mobil Toyota di Thailand – dok.Autocar


Nagoya, Motoris – Toyota Motor Corporation (Toyota), hari Kamis (18/3/2021) menyatakan secara resmi bahwa pihaknya telah melaporkan dugaan suap atau pelanggaran Undang-undang Anti Suap yang melibatkan anak perusahaannya di Thailand. Dugaan penyuapan kepada pejabat publik setempat itu dilaporkan ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dan Departemen Kehakiman (DoJ) Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Reuters dan Bloomberg, Kamis (18/3/2021) Toyota mengatakan pihaknya mengungkapkan kejadian penyuapan itu diduga berlangsung pada April tahun 2020 lalu.

“Toyota bekerja tanpa lelah untuk menegakkan standar profesional dan etika tertinggi di setiap negara tempat kami beroperasi. Kami menanggapi serius atas tuduhan pelanggaran (UU Anti Suap) dengan serius. Dan kami berkomitmen memastikan bahwa praktik bisnis kami mematuhi semua peraturan yang ada,” papar Juru Bicara Toyota, Shiori Hashimoto, dalam keterangan resmi via surat elektronik.

Kantor pusat Toyota Motor Corporation di Aichi Prefecture, Jepang – dok.Bloomberg via Japan Times

Seperti diketahui – dengan mengacu pada UU Anti Suap – baik SEC maupun DoJ dapat menjatuhkan hukuman pidana maupun perdata bagi perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Amerika Serikat. Misalnya, saham perusahaan itu dicatatkan di bursa saham di Negeri Paman Sam itu.

Pasalnya, kedua lembaga tersebut bertanggung jawab untuk menegakkan Undang-Undang Praktik Korupsi Asing, yang melarang perusahaan membayar suap kepada pejabat publik asing. Hanya, hingga kini Toyota tak merinci hasil penyelidikan yang telah dilakukannya terhadap kasus yang diduga terjadi setahun lalu itu.

“Perusahaan tidak dapat memprediksi ruang lingkup, durasi atau hasil investigasi saat ini,” bunyi keterangan pabrikan mobil terbesar (berdasar penjualan tahun 2020) di dunia itu. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This