Di Thailand Pacu Penjualan PHEV, Begini Rapor MG Motor di RI hingga Februari

Mibuil listrik MG HS yang dipamerkkan di hajatan Bangkok International Motor Show – dok.Bangkok Post


Jakarta, Motoris
– Kongsi antara pabrikan asal Cina – SAIC Motor – dengan konglomerat Thailand, Charoen Pokphand yang memproduksi mobil merek Morris Garage (MG) di Negeri Gajah Putih itu kini memperkuat pijakannya di pasar mobil listrik. Usaha patungan itu akan berinvestasi untuk memproduksi baterai kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEV) seiring semakin meningkatnya permintaan mobil jenis itu di pasar.

Seperti dilaporkan Bangkok Post, Selasa (23/3/2021) lalu, perusahaan milik SAIC-Charoen Pokphand itu akan mengerek produksi baterai listrik untuk PHEV dari 300 – 400 unit saban bulan, menjadi 700 – 800 unit. Produksi akan dilakukan di pabrik milik merek yang berada di Chon Buri.

Hanya, perusahaan tersebut tak merinci besaran investasi yang digelontorkan untuk melipatgandakan produksi baterai tersebut. “MG sedang dalam proses merevisi rencana bisnis menyusul dampak pandemi (Covid-19), jadi kami lupa tentang anggaran investasi untuk proyek baterai PHEV,” kata Presiden SAIC Motor-CP dan MG Sales Thailand, Zhang Haibo.

Namun, Haibo menegaskan tekad perusahaannya (yang disebut sebagai MG Motor Thailand) untuk mengerek kapasitas produksi baterai didasari fakta penjualan kendaraan elektrifikasi PHEV di Thailand terus meningkat. Sementara, saat ini, MG Motor Thailand, tengah berupaya keras mempromosikan MG HS PHEV yang diluncurkan pada akhir tahun 2020 lalu.

Selain itu, pabrikan ini juga menyatakan kesiapannya untuk memproduksi mobil listrik murni (BEV) di Thailand setelah dipastikan berhak memperoleh insentif pajak seperti yang ditetapkan oleh Board of Investment (BoI) beberapa tahun lalu. Pajak tersebut diberikan bagi merek-merek yang memproduksi mobil bersumber tenaga dari setrum di Thailand.

MG Motor mengaku juga akan melipatgandakan fasilitas pengisian baterai mobil listrik di negara itu menjadi 500 unit. Sebelumnya, tahun 2020 lalu, pabrikan hanya menargetkan pembangunan stasiun pengisian baterai sebanyak 100 unit.

Pengembangan fasilitas itu akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, MG akan menyiapkan fasilitas di showroom MG untuk melayani pelanggan. Tahap kedua, memperluas ke tempat lain seperti gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan.

“Perusahaan akan terus meningkatkan investasi di Thailand dan fokus pada mobil listrik, yang menjadi tren global,” ucap Haibo.

Ilustrasi, hatchback MG6 yang dijual di Thailand – dok.Nikkei

Penjualan di RI
Di Indonesia, MG Motor mulai menjajakan produknya pada Maret 2020, dan hingga kini telah menawarkan dua model SUV yakni MG ZS dan MG HS. Model pertama atau MG ZS mulai dijajakan pada 24 Maret 2020 lalu. Sedangkan MG HS mulai dijual pada 13 Agustus 2020.

Data yang dihimpun Motoris dari catatan penjualan yang dilaporkan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, sepanjang tahun 2020 lalu, penjualan ke konsumen (ritel) MG di Tanah Air baru sebanyak 313 unit. Sementara penjualan ke diler (wholesales) 377 unit.

Sementara di bulan pertama atau Januari – Februari tahun 2021 ini, mobil MG Motor terjual ke konsumen (ritel) sebanyak 102 unit. Jumlah ini berasal dari penjualan ritelselama Januari yang sebanyak 52 unit, dan Februari 50 unit.

MG HS, SUV medium Morris Garage MG) Motor, merek asal Inggris yang telah dibeli SAIC Motors, diluncurkan di Indonesia Agustus 2020- dok.Motoris

Sedangkan wholesales yang dibukukannya sepanjang dua bulan pertama itu, sebanyak 82 unit. Angka itu dibukukan pada Januari sebanyak 46 unit dan Februari 36 unit. Artinya, sejak Maret 2020 hingga Februari 2021 beroperasi, mobil MG di RI sudah laku dibeli konsumen sebanyak 415 unit. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This