Efek Diskon PPnBM, Pemesanan Mobil Toyota Selama Maret Melonjak 80%

Ilustrasi, mobil Toyota terlaris di Indonesia sepanjang Januari 2021, Toyota All New Rush -dok.Auto2000


Jakarta, Motoris – Insentif dari pemerintah berupa pemangkasan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) – yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 31 Tahun 2021- yang berlaku sejak 1 Maret lalu bagi mobil bermesin 1.500cc ke bawah, telah berdampak signifikan ke penjualan mobil Toyota. Maklum, ada lima mobil Toyota – yakni Rush, Avanza, Yaris, Sienta, Vios – yang menikmati insentif bagi mobil kategori tersebut.

Seperti diungkapkan Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang diterima Toyota melalui jaringan dilernya di seluruh Indonesia, selama bulan Maret itu mencapai 40.622 unit “Artinya, SPK yang diterima di bulan tersebut (Maret) naik hingga 80% dibanding SPK yang diterima selama Februari yang sebanyak 22.496 unit,” papar dia saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Selasa (6/4/2021) petang.

Sepanjang bulan ketiga itu, jumlah SPK Toyota Rush sebanyak 10.768 unit. Jumlah ini meroket hingga 138% dibanding yang dibukukan selama bulan Februari.

Toyota Avanza versi terbaru – dok.Istimewa

Sementara, untuk Toyota Avanza, jumlah SPK yang diterima melonjak hingga 96% dibanding Februari. Sehingga jumlahnya mencapai 8.470 unit.

Sedangkan SPK untuk Toyota Yaris dan Toyota Sienta pada bulan Maret itu masing-masing 1.682 unit dan 207 unit. Jumlah ini melonjak 126% dan 109% dibanding SPK yang diterima bulan sebelumnya.

Lonjakan jumlah SPK tertinggi dicatatakan oleh sedan Toyota Vios, yakni mencapai 192% dibanding bulan Februari. Total unit yang dipesan mencapai 520 unit.

Toyota Sienta yang dijual di Indonesia – dok.Motoris

Sekadar informasi, berdasar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 31 Tahun 2021, mobil penumpang bermesin 1.500cc ke bawah dengan kandungan lokal (local purchase) minimal 70% berhak mendapatkan insentif berupa pemangkasan tarif PPnBM. Insentif diberikan dalam tiga periode dengan besaran diskon yang berbeda, periode pertama (Maret – Mei) diskon yang diberikan 100% sehingga tarif PPnBM menjadi 0%.

Kemudian, periode kedua berlangsung Juni – Agustus, dengan diskon 50% dari tarif yang berlaku sebelumnya. Periode ketiga, September – Desember dengan diskon 75% dari tarif yang berlaku sebelum kebijakan insentif diberlakukan. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This