Penjualan Daihatsu di Kuartal Satu Tahun Ini, Masih Terburuk Sejak Tahun 2018

Daihatsu Sigra versi terbaru – dok.Istimewa


Jakarta, Motoris – Sepanjang kuartal pertama – yakni dari Januari hingga Maret – tahun ini, penjualan mobil merek Daihatsu yang dijajakan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) ke konsumen (ritel) mencapai 30.310 unit, dan wholesales sebanyak 35.175 unit. Namun, penjualan triwulan pertama ini tercatat paling lesu dibanding periode sama tahun sebelum-sebelumnya, bahkan terburuk sejak tahun 2018.

Data yang dihimpun Motoris dari laporan penjualan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan pencapaian jumlah penjualan di kuartal satu itu – baik ritel maupun wholesales – masih ambles. Penjualan ritel masih ambles 22,7% dibanding penjualan sepanjang kuartal pertama tahun 2020 yang 39.186 unit.

Pencapaian penjualan di tiga bulan pertama tahun ini juga masih jauh lebih kecil dibanding periode sama tahun 2019. Sebab, kala itu penjualan ritel yang berhasil dikoleksi mencapai 48.320 unit dan wholesales 50.699 unit.

Daihatsu Gran Max Minibus – dok.Istimewa

Bahkan, melorot jauh dibanding penjualan ritel dan wholesales yang berhasil dikantongi selama kurun waktu yang sama tahun 2018. Karena di rentang waktu itu, penjualan ritel Daihatsu sebanyak 48.320 unit dan wholesales 51.607 unit.

Beruntung, di bulan Maret tahun 2021 ini, penjualan mobil Daihatsu terdongkrak oleh kebijakan relaksasi perpajakan – yakni berupa pemangkasan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) – yang berlaku sejak 1 Maret.

“Pada bulan Maret 2021, pemerintah telah memberikan kebijakan program insentif pajak untuk meningkatkan industri otomotif. Alhasil, pasar otomotif nasional naik secara signifikan dengan volume sekitar 77 ribu unit. Dampak positif ini juga dirasakan oleh Daihatsu, dengan capaian penjualan sekitar 12 ribu unit,” ungkap Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT ADM, Amelia Tjandra.

Daihatsu Terios – dok.Istimewa

Berkat kenaikan penjualan di bulan Maret itulah, penjualan kumulatif sepanjang kuartal kesatu tahun ini angka 30.000-an unit. Meski, jika dicermati di tiga bulan pertama itu, penyumbang penjualan terbanyak bukan disumbangkan oleh model yang mendapatkan fasilitas diskon PPnBM.

Fakta data yang dirilis PT ADM menunjukkan, model yang mendapatkan diskon PPnBM hanya berada di urutan ketiga di daftar kontributor penjualan ritel terbanyak pada kuartal pertama tahun ini. Rinciannya, Gran Max Pick-Up dengan penjualan 9.268 unit (30,6% dari total penjualan), Sigra 6.934 unit (22,9%); dan Terios sebanyak 4.491 unit (14,8%).

Bahkan, dalam wholesales tiga terbesar kontributornya bukan model penerima PPnBM. Mereka adalah, Gran Max Pick-Up yang terjual sebanyak 10.256 unit (29,2%), Sigra 9.668 unit (27,5%), dan Ayla 5.100 unit atau 14,5% dari total wholesales yang dibukukan.

LCGC Astra Daihatsu Ayla-dok.Istimewa

Seperti diketahui, melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 31 Tahun 2021, mobil penumpang bermesin 1.500cc ke bawah dengan kandungan lokal (local purchase) minimal 70% berhak mendapatkan insentif berupa pemangkasan tarif PPnBM. Insentif diberikan dalam tiga periode dengan besaran diskon yang berbeda.

Periode pertama (Maret hingga Mei) diskon yang diberikan 100% sehingga tarif PPnBM menjadi 0%. Periode kedua yang berlangsung Juni – Agustus dengan diskon 50% dari tarif yang berlaku sebelumnya, sehingga menjadi 50%.
Ketiga, sepanjang September – Desember dengan diskon 25% dari tarif yang berlaku sebelum kebijakan pemangkasan tarif PPnBM diberlakukan. Sehingga tarif PPnBM yang dikenakan menjadi 75%. (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This