Dahsyat, Begini Efek Diskon PPnBM 100% ke Penjualan Mobil Penerimanya

Mitsubishi Xpander – dok.MMKSI


Jakarta, Motoris – Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 31/PMK.010/2021 merelaksasi perpajakan melalui pemangkasan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil 1.500cc ke bawah yang memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan. Selain memiliki kandungan lokal minimal 70%, aturan yang mulai efektif berlaku sejak 1 Maret 2021 itu juga menegaskan mobil penerimanya adalah mobil 4×2 yang diproduksi di dalam negeri.

Fasilitas pemaprasan atau diskon tarif PPnBM ini – sesuai dengan beleid tersebut – dilaksanakan dalam tiga periode, yakni Maret – Mei (dengan diskon 100% alias tarif menjadi 0%). Lalu, periode Juni – Agustus (diskon 50%, sehingga tarif menjadi 50% dari tarif awal), dan kemudian periode September – Desember (diskon 75%, sehingga tarif menjadi 25% dari besaran tarif yang berlaku sebelumnya).

Ilustrasi, Suzuki All New Ertiga – dok.Istimewa

Untuk mobil-mobil yang berhak – setelah diverifikasi dengan syarat dan ketentuan tersebut – ditetapkan oleh Menteri Perindustrian melalui Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 169 Tahun 2021. Ada 21 mobil yang berhak mendapatkan insentif pemangkasan tarif pajak tersebut.

Dan ternyata, di awal periode pertama (dimana tarif PPnBM menjadi 0% selama Maret – Mei), dampaknya sungguh luar biasa. “Penjualan mobil-mobil yang mendapatkan insentif ini melonjak pada bulan Maret. Itu laporan dari teman-teman APM (agen pemegang merek),” ujar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Ilustrasi, Toyota All New Rush yang merupakan salah satu mobil Toyota yang berhak mendapatkan diskon PPnBM sepanjang tahun 2021 dengan besaran diskon mulai dari 100% hingga 25% -dok.Auto2000

Data yang dihimpun Motoris dari catatan penjualan ke konsumen (ritel) yang dilaporkan ke Gaikindo membuktikan hal itu. Penjualan mobil yang mendapatkan insentif itu – di bulan Maret – meroket dibanding bulan sebelumnya.

Tercatat, Toyota Rush penjualan ritelnya di bulan Maret menjadi 8.071 unit dari 1.681 unit di bulan Februari. Mitsubishi Xpander Cross naik menjadi 2.517 unit dari 1.112 unit.

Daihatsu Terios menjadi 2.206 unit dari 908 unit. Suzuki XL7 menjadi 2.053 unit dari 633 unit. Honda BR-V menjadi 286 unit dari 90 unit.

Ilustrasi, Daihatsu Xenia model terbaru – dok.Istimewa

Kemudian Toyota Avanza menjadi 7.625 unit dari 1.504 unit. Mitsubishi Xpander menjadi 2.107 unit dari 1.306 unit. Lalu, Suzuki Ertiga naik menjadi 1.299 unit dari 345 unit.

Daihatsu Xenia, naik menjadi 1.077 unit dari 529 unit. Honda Mobilio melompat menjadi 1.078 unit dari 290 unit. Wuling Confero menanjak menjadi 792 unit dari 359 unit.

New Wuling Confero S – dok.Istimewa

Sedangkan Toyota Sienta melambung menjadi 93 unit dari bulan sebelumnya yang sebanyak 27 unit. Adapun Daihatsu Gran Max minibus melompat menjadi 1.154 unit dari sebelumnya yang sebanyak 859 unit. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This