Pandemi Belum Hilang, Penjualan Tesla di Kuartal I Malah Makin Cemerlang

Tesla Model 3 yang diproduksi di Cina yang kini telah diekspor ke Eropa- dok.Voice of America


California, Motoris
– Sepanjang kuartal pertama (Januari hingga Maret) tahun ini Tesla Inc berhasil mengirimkan mobil ke konsumen di berbagai negara sebanyak 184.800 unit. Jumlah ini jauh di atas pengriman unit yang dibukukan selama periode sama di tahun 2020 yang sebanyak 88.400 unit.

Seperti dilaporkan laman The Verge dan Global News, Senin (26/4/2021), kinerja penjualan yang dibukukan Tesla itu melamuai perkiraan para analis di bursa saham Wall Street yang memprediksi hanya 170.000 unit. Bahkan, membuat heran sejumlah kalangan karena terjadi di saat dunia industri otomotif kelabakan akibat paceklik pasokan chip atau semikonduktor.

“Sedikitnya ada dua kemuraman yang masih menggelayuti industri (otomotif) dunia. Pasokan chip (semikonduktor) yang langka dan membuat sebagian produsen menghentikan produksi dan pandemi Covid-19 yang masih berlanjut sehingga orang masih berhati-hati jika menghitung aspek ekonomi. Tetapi, Tesla telah keluar dari bayang-bayang itu semua,” ujar seorang analis Rodriguez Johansson.

Tesla Model Y – dok.Forbes

Data kinerja penjualan kuartalan yang dirilis Tesla, di Palo Alto, California, Amerika Serikat, Jumat (23/4/2021) lalu menyatakan mobil yang paling banyak dikirim ke konsumen – selama tiga bulan pertama itu – adalah Tesla Model 3 dan Model Y. Jumlahnya mencapai hampir 183.000-an unit.

Sementara, 2.020 unit lainnya adalah Tesla Model S versi terbaru. Seperti diketahui, versi paling gres dari Tesla Model S diproduksi pada kuartal keempat tahun 2020 lalu.

Tesla menyatakan moncernya penjualan di triwulan pertama tahun ini selain didorong oleh aktifitas produksi dan kampanye penjualan, permuntaan dari konsumen memang menguat. Terutama di pasar Republik Rakyat Cina.

Mobil Tesla Model S terbaru – dok.Istimewa via CarIndigo.com

Terlebih, dua model terlaris – yakni Tesla Model 3 dan Tesla Model Y – telah diprodyuksi secara lokal di Negeri Tirai Bambu itu. Tesla membuatnya di gigafactory miliknya yang dibangun di Shanghai.

Pabrikan mobil listrik besutan Elon Musk itu memperkirakan pertumbuhan tahun ini bakal mencapai 50% lebih. Sehingga, dinilai sebagai saat yang tepat untuk memulai produksi di gigafactory baru yang telah selesai dibangun, yakni di Texas, Amerika Serikat, dan di Berlin, Jerman. (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This