Daimler Sebut Selama Transisi Menuju Truk Listrik 50% Pekerjaan Lenyap

Truk listrik Daimler-dok.Daily Advent


Frankfurt, Motoris – Produsen truk terbesar di dunia – Daimler AG – berencana mengalihkan sebagian besar sumber daya pengembangan kendaraannya ke kendaraan tanpa emisi yakni truk listrik hidrogen dan truk listrik baterai – pada tahun 2025 mendatang. Sebab, pabrikan asal Jerman ini meyakini truk listrik hidrogen merupakan masa depan bagi industri otomotif dunia.

Seperti dilaporkan Reuters dan The Bulletin, Jumat (20/5/2021) Chief Executive Officer (CEO) Daimler Truck, Martin Daum, di Jerman, Kamis (19/5/2021) mengakui hingga kini harga truk listrik hidrogen memang lebih mahal. Sehingga biaya operasionya belum mencapai standar biaya harian.

Meski begitu, kata Martin, pihaknya tetap akan terus merealisasikan peta jalan pengembangan truk tanpa emisi itu sesuai dengan rencana. Sebab, Daimler meyakini harga jual produk dan biaya operasi truk akan semakin menurun.

Chief Technology Officer (CTO) Daimler, Andreas Gorbach mengatakan perusahaan akan terus pengembangan kendaraan untuk kendaraan baterai dan hidrogen pada tahun 2025. Dia memperkirakan biaya truk listrik baterai akan setara dengan biaya operasi truk bermesin duesel pada tahun 2025.

Logo Daimler – dok.Stimme

“Sedangkan truk listrik sel bahan bakar hidrogen biayanya akan setara dengan truk bermesin diesel pada tahun 2027,” kata dia.

Dengan keyakinan ini, Daimler telah melakukan spin off (pemisahan unit) divisi truk dengan kendaraan penumpang pada akhir tahun ini. Hal ini demi menarik minat investor terhadap Mercedes-Benz yang fokus memproduksi mobil listrik mewah.

Dua merek milik Daimler – Freightliner dan Mercedes-Benz – telah menguraikan strateginya untuk melakukan transisi yang luas dari kendaraan pembakaran internal setelah dipisahkan dari Daimler AG. Namun, Daimler mengakui selama masa transsisi di akhir tahun 2021 hingga tahun 2035, dimana truk-truk buatan pabrikan ini 100% listrik, akan ada pemangkasan pekerjaan hingga 50%.

Truk listrik buatan Mercedes Benz anak perusahaan Daimler-dok.Istimewa via Yahoo Finance

“Kami harus menyadari bahwa sekitar 50% pekerjaan akan hilang karena truk listrik sel bahan bakar hidrogen dan baterai jauh lebih rumit daripada mesin diesel yang ada saat ini,” kata Martin Daum kepada Reuters.

Namun, Daum memastikan pihaknya tak risau dengan hal itu. Pasalnya, masih memiliki jangka waktu 15 tahun untuk menyiapkan diri sebelum benar-benar menjalani era kendaraan listrik itu. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This