Karena Berbagai Faktor Ini Nissan Merugi Rp 59 Triliun

Nissan Kicks e-Power – dok.Istimewa via Carscoops


Yokohama, Motoris – Sepanjang tahun fiskal 2020/2021 yang berakhir Maret kemarin, Nissan Motor Company mengalami rugi (bersih) hingga 448,7 miliar yen atau sekitar Rp59,12 triliun (kurs 1 yen = Rp 131,76).

Selain faktor pandemi Covid-19 yang memporak-porandakan penjualan (di kuartal pertama), fluktuasi nilai tukar dan pasokan semikonduktor juga menjadi penyebabnya.

Laporan kinerja tahunan Nissan yang dilansir situs resmi pabrikan, Sabtu (22/5/2021), menyebut pada tahun fiskal 2020, pendapatan bersih konsolidasi turun menjadi 7,86 triliun yen.Merosotnya pendapatan tersebut menyebabkan Nissan menderita kerudian operasi hingga 150,7 miliar yen.

Meski demikian,setelah kuartal pertama di tahun fiskal itu Nissan mulai menapak kestabilan dengan penguatan basis keuangan, peningkatan biaya penjualan, dan pengurangan biaya tetap yang selanjutnya didukung oleh jajaran produk yang diperbarui. Volume penjualan di kuartal keempat tahun fiskal 2020/2021 (Januari – Maret 2021) tumbuh signifikan dibandingkan kuartal ketiga.

Nissan Serena berteknologi e-Power-dok.Istimewa

Sepanjang tahun atau mulai dari April 2020 – Maret 2021 Nissan menjual mobil buatannya sebanyak 4.198.806 unit. Jumlah ini melorot 12,4% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 4.791.595 unit.

Sedangkan di tahun fiskal 2021/2002 ) mulai April 2021 hingga Maret 2022) penjualan diharapkan naik 8,6% dari tahun sebelumnya, sehingga menjadi 4,4 juta unit. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This