Honda akan Setop Produksi Mesin dan Transmisi di Pabrik Tochigi

Honda -dok.Reuters

Shizuoka, Motoris – Honda Motor Company (Honda), Jumat (4/6/2021) kemarin mengumumkan bahwa pada tahun 2025 nanti – atau empat tahun lagi – akan mengakhiri produksi komponen mesin dan transmisi yang berada di prefektur Tochigi, Jepang. Hal itu dilakukan untuk beradaptasi dengan kondisi industri otomotif global yang menuju era kendaraan listrik.

“Terlebih, seiring dengan ekspansi global yang telah dilakukan selama ini, kebutuhan powertrain (mesin) kendaraan (Honda) di wilayah lain (di luar Jepang) telah dipenuhi secara lokal (oleh pabrik milik Honda) di wilayah tersebut karena perluasan produk (ekspansi) itu,” bunyi pernyataan Honda yang dilansir Reuters dan Nippon News, Jumat (4/6/2021).

Honda mengaku telah melakukan studi perkembangan industri global pada tahun 2017 lalu, yang hasilnya menyebut perkembangan industri telah berlangsung dengan cepat. Dan Honda pun akan berjalan menuju ke arah perkembangan industri yang terjadi.

Pabrikan yang berdiri sejak tahun 1948 ini bahkan telah mematok target pada tahun 2030 nanti kendaraan elektrifikasi berteknologi hybrid (HEV), listrik murni (BEV), dan listrik berbahan bakar hidrogen (FCEV) deiharapkan menyumbang 40% dari total penjualannya secara global. Bahkan di tahun 2040 semua mobil Honda yang dijual di dunia telah berteknologi BEV dan FCEV.

Ilustrasi, mobil Listrik Honda e, diluncurkan di Eropa – dok.Sunday Times Driving

Pabrik Tochigi didirikan pada Desember 1970. Selain memproduksi katup mesin, poros engkol, conrod, sambungan CV, dan roda gigi transmisi, pabrik itu juga memproduksi puli CVT. Bahkan komponen transmisi 4WD.

Pada saat Honda memulai proyek NCE (New Concept Engine) pada tahun 1984 lalu – yang memuncak pada mesin VTEC diluncurkan pada Honda Integra 1989 – pabrik Tochigi berperan penting. Pabrik ini dikenal menghasilkan komponen valvetrain yang sangat presisi bagi mesin VTEC pada saat putaran tinggi.

“Tetapi, sebagian besar bagian ini tidak diperlukan lagi di kendaraan listrik baterai atau sel bahan bakar hidrogen (FCEV),” sebut Honda. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This