Bangkit Lagi, BSA Segera Rilis Motor 650cc Twin

Ilustrasi motor BSA-dok.Hagerty


Birmingham, Motoris – Birmingham Small Arms (BSA) Company Limited atau BSA Motorcycles dikabarkan segera merilis motor bermesin 650 cc Twin. Pabrikan yang berdiri sejak tahun 1919 namun berhenti operasi tahun 1972 ini, dikenal dengan motor-motor bertampang retro.

Walhasil, seperti dilaporkan laman Visordown, belum lama ini, motor anyar besutan BSA itu tak menutup kemungkinan berhadapan dengan produk Royal Enfield. Seperti diketahui, Royal Enfield – yang juga merek asal Inggris tetapi telah diambil alih pabrikan India, Eciher Group, pada tahun 1994 – itu juga memiliki varin bermesin 650cc Twin, yakni Interceptor dan Continental GT.

Hanya tak disebutkan kapan motor 650cc Twin BSA ituakan diluncurkan. Visordown hanya mengutip sumber anonim yang menyatakan, kemungkinan besar motor itu diluncurkan di Inggris.

Namun, laman Economic Times yang mengutip sumber di Mahindra Group menyebut, meski Mahindra berencana membangun pabrik di Inggris, namun produksi motor baru BSA akan dilakukan di pabrik baru Mahindra di Pithampur, India. Motor yang diklaim berstandar emisi Inggris itu pertama kali dijajakan di India lalu menysul Inggris.

“Sebelum dijual, motor akan diperkenalkan ke publik dunia di hajatan pameran motor EICMA (di Milan, Italia) pada November mendatang,” kata sang sumber.

Sebelumnya, The Guardian melaporkan pada November 2020 lalu, perusahaan asal India Grup Mahindra sedang menghidupkan kembali merek BSA, melalui anak perusahaannya, Classic Legends Private Limited (CLPL).

Motor buatan BSA-dok.Visordown

Pabrikan raksasa asal India itu menggelontorkan 3,4 juta poundsterling, dan BSA diharapkan sudah beroperasi pada tahun 2021 serta menjual produknya pada tahun 2022. Mahindra disebut mengambil alih 60% lebih saham pabrikan BSA.

“Inggris merupakan pemimpin sepeda motor sejak awal. Sejarah BSA ingin kami pertahankan. Intinya kami ingin merek legendaris itu tetap ada. Para pecinta motor klasik tentu menginginkan hal ini. Sama-sama sesuatu yang kita harapkan,” ungkap hairman Grup Mahindra, Anand Mahindra, kepada The Guardian.

Perusahaan itu juga menerima dukungan dari pemerintah Inggris, berupa dana hibah sebesar 4,6 juta pound sterling. Jumlah uang yang banyak itu rencananya digunakan untuk mengembangkan sepeda listrik. Dukungan pemerintah ini dengan harapan dapat menciptakan setidaknya 255 pekerjaan setelah produksi sepeda motor BSA berlangsung.

Salah satu motor buatan BSA – dok.Motorbike Writer

Kembali beroperasinya BSA juga mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, dengan memberi hibah senilai 4,6 juta pound sterling. Rencananya, dipada tahap awal setelah bangkit, BSA masih memproduksi sepeda motor konvensional.

Setelah itu, akan memproduksi sepeda motor listrik. Pemerintah Inggris berharap dengan bangkit kembalinya BSA dapat menciptakan setidaknya 255 pekerjaan. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This