Ini Cara Great Wall dan Foxconn Gedor Pasar Mobil Listrik Asean

SUV Hybrid Haval H6 buatan Great Wall Motor di Thailand -dok.Great Wall via Nikkei


Bangkok, Motoris – Seiring dengan pergeseran industri otomotif global yang bergeser secara radikal menuju era elektrifikasi, Thailand yang selama ini menjadi basis produksi di Asia Tenggara (Asean) menjadi arena persaingan baru. Sejumlah pabrikan kondang dunia juga berlomba memproduksi mobil eletrifikasi (berteknologi listrik) di negeri ini.

Seperti dilaporkan Nikkei dan Business Bulletin Kamis (11/6/2021) pabrikan mobil asal Baoding, Cina, Great Wall Motors (GWM) Rabu (10/6/2021), telah memulai produksi mobil elektrifikasi – yakni SUV hybrid – Haval H6 di pabriknya yang berada di Rayong, Thailand. Dalam keterangan resminya GMW menegaskan akan fokus memproduksi kendaraan listrik baik untuk pasar domestik dan ekspor ke negara-negara ASEAN.

Tetapi GWM bukan satu-satunya perusahaan besar luar negeri yang terjun ke pasar mobil elektrifikasi Thailand. Pabrikan asal Taiwan – Foxconn – baru saja mengumumkan kerjasama dengan konglomerat minyak dan gas Thailand PTT (PTT Plc) untuk mengembangkan platform dan perangkat lunak mobil listrik.

Keduanya menyatakan berencana menggelontorkan investasi sekitar US$ 2 miliar untuk memperluas produksi suku cadang kendaraan listrik, platform, plus perangkat lunaknya. Keduanya juga akan mendirikan pusat produksi di Negeri Gajah Putih ini.

Peluncuran platform mobil listrik hasil kerjasama Foxconn dengan MIH – dok.CNET

Masuknya Great Wall dan Foxconn di Thailand dinilai analis akan mengintensifkan persaingan di pasar mobil Thailand. “Langkah tersebut juga menimbulkan tantangan besar bagi produsen mobil Jepang yang telah mendominasi pasar lokal selama beberapa dekade,” tulis Nikkei mengutip rangkuman pendapat para analis.

Dalam prosesi peresmian produksi perdana di pabrik GWM Thailang, Presiden GWM Elliot Zhang mengatakan produksi ini telah menandai tonggak penting dalam strategi globalisasi Great Wall Motors. “Terutama untuk mewujudkan ekspansi kami ke Asean, khususnya ke pasar kendaraan setir kanan,” kata dia.

Thailand mereka pilih menjadi basis produksi karena pemerintah negara itu telah secara jelas mewujudkan langkah ke arah pemasyarakatan mobil listrik. Sehingga, ekosistem dan pasar mobil listrik pun akan terbentuk, sehingga kelayakan ekonomi ntuk produki juga terpenuhi.

Peluncuran global All New Haval 6 hybrid di Bangkok Motor Show 2021 – dok.Great Wall Motors

Terlebih, Thailand juga menawarkan berbagai insenif bagi pabrikan ntuk berproduksi di negaranya. Ketersediaan sumberdaya untuk berproduksi juga tidak ada masalah, dan pemerintah Thailand mematok target menjadi basis produksi otomotif terbesar di kawasan.

Memasok pasar Asean
Pabrik yang sebelumnya milik General Motors – lalu dibeli dan dimodernisasi oleh GWM – itu telah menciptakan 1.000 pekerjaan dan memainkan peran kunci dalam mengirimkan mobil elektrfikasi ke pelanggan di Thailand dan Asean. GMW tidak menyebut biaya upgrade pabrik itu, meski sebelumnya menyatakan komitmennya untuk berinvestasi 22,6 miliar bath atau sekitar US$ 726 juta.

“Dengan kapasitas produksi 80.000 unit per tahun. Dan di tahap awal memproduksi mobil hybrid, setelahnya mobil listrik,” kata Zhang.

Dari total produksi sebanyak itu, sekitar 60% akan ditujukan untuk pasar domestik. Sementara 40% sisanya disebar ke negara-negara yang menggunakan setir kanan (termasuk Asean dan Australia).

Ilustrasi, mobil listrik mungil buatan Great Wall Motors yang dinamai R1 dengan jangakuan hingga 300 kilometer – dok.YouTube

Tahun 2021 ini, GMW akan meluncurkan empat model di Thailand,. Model anyar itu terdiri dari SUV hybrid Haval H6 dan mobil listrik kompak Ora Good Cat.

Adapun Foxconn dan PTT, bakal memproduksi platform terbuka (yakni platform mobil listrik yang bisa digunakan oleh merek apapun) untuk memproduksi mobil listrik. Khususnya di Thailand dan Asean.

“Platform tersebut akan terdiri dari layanan perangkat keras dan perangkat lunak, yang bisa digunakan oleh pabrikan mobil yang ingin mempercepat produksi dan penjualan kendaraan listrik mereka di kawasan Asean, termasuk Thailand,” Foxconn dan PTT. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This