Saat Diskon PPnBM 100% Berlaku, Produksi Mobil Malah Susut

Ilustrasi, Daihatsu Xenia model terbaru – dok.Istimewa


Jakarta, Motoris – Insentif pajak berupa diskon tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 100% – seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 31 Tahun 2021 – mulai berlaku sejak 1 Maret hingga 31 Mei 2021. Lonjakan permintaan yang mengiringi kebijakan itu ternyata tak diimbangi jumlah produksi yang sepadan.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, di dua bulan setelah kebijakan itu berlaku – yakni di bulan April dan Mei – produksi mobil malah merosot secara berturut. Sepanjang April, total produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih di Tanah Air hanya sebanyak 90.618 unit.

Jumlah ini merosot 11,7% dibanding jumlah produksi selama bulan Maret. Sedangkan di bulan Mei, total produksi tercatat hanya 63.636 unit, alias menyusut 26.982 unit. Bukan jumlah yang sedikit tentunya.

Ilustrasi, Suzuki All New Ertiga, -dok.PT SIS

Fakta data yang diungkap Gaikindo juga memperlihatkan di bulan kelima atau Mei itu penjualan mobil ke diler (wholesales) tercatat sebanyak 54.815 unit. Jumlah ini merosot hingga 30,5% dibanding wholesales di bulan April yang mencapai 78.908 unit.

Sedangkan penjualan mobil ke konsumen (ritel) selama bulan Mei sebanyak 64.302 unit. Total penjualan ritel ini melorot 19,2% dibanding penjualan ritel yang dibukukan sepanjang bulan April yang mencapai 79.607 unit.

Angka penjualan di bulan April ini, tercatat menanjak dibanding bulan Maret. Sebab, di bulan ketiga itu wholesales tercatat sebanyak 84.910 unit atau melonjak 72,6% dibanding wholesales sepanjang Februari.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander . Salah satu mobil yang berhak diskon PPnBM 100% – dok.Istimewa

Adapun penjualan ritel di bulan yang sama tercatat sebanyak 77.511 unit. Jumlah ini juga melompat jauh hingga 65,1% dibanding penjualan ritel yang dibukukan srlama bulan Februari yang sebanyak 46.943 unit. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This