Harley-Davidson Rangsek Pasar RI, Ini Model Anyar yang Ditawarkan

Harley Davidson Fat Bob 114 – dok.Harley Davidson


Jakarta, Motoris – Pabrikan motor gede asal Milwaukee, Amerika Serikat, Harley-Davidson meluncurkan sejumlah model tahun 2021 di Indonesia. Serangkaian model anyar yang disajikan pabrikan itu kepada konsumen di Tanah Air itu adalah Street Bob 114, Fat Boy 114, serta trio hot rod bagger Road King Special, Road Glide Special dan Street Glide Special.

“Sejak diluncurkannya lini motor model tahun 2021 kami telah mendapatkan ketertarikan yang luar biasa dari masyarakat di wilayah ini dan percaya bahwa melalui pengumuman ini, respon positif akan diberikan oleh komunitas penggemar di Indonesia,” kata Managing Director, Harley-Davidson, Asia Emerging Markets & India, Sajeev Rajasekharan, dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Daftar yang disajikan Harley-Davidson menunjukkan, dijajaran model Sporter harga yang dipatok untuk varian Iron 883 Rp 420.000.000 dan varian Forty-Eight Rp 515.000.000. Kemudian di jajaran model Softail ada tiga varian.

Harley Davidson Roadking Spesial – dok.Harley-Davidson

Pertama, varian Street Bob 114 sebesar Rp 625.000.000. Kedua, varian Fat Bob 114 sebesar Rp 665.000.000. Kemudian varian ketiga Fat Boy 114 dihargai Rp 680.000.000, dan varian keempat yakni Breakout 114 dibanderol Rp 710.000.000

Sedangkan untuk model Touring terdiri dari empat varian. Pertama Road King Special berharga Rp 850.000.000. Kedua, varian Street Glide Special dengan banderol Rp 985.000.000.

Lalu varian Road Glide Special dihargai Rp 985.000.000. Dan keempat varian Ultra Limited dibanderol Rp 1.050.000.000.

Rekam jejak penjualan
Seperti dilaporkan laman Motorcycle Data, belum lama ini, sepanjang tahun 2020 lalu, Harley-Davidson membukukan penjualan global sebanyak 180,336 uni. Jumlah ini turun 18% dibanding tahun sebelumnya.

“Di Amerika Serikat, penjualan turun 19,2%. Di Etopa menyusut 16,3%. Hanya di beberapa negara Harley-Davidson angka penjualan yang positif: yakni di Cina, Turki, Rusia, dan Selandia Baru,” tulis media yang melakukan riset di 80 negara itu.

Ilustrasi, Harley-Davidson Softail Standard – dok. via Web Bike World

Pada tahun itu, sejatinya Haley-Davidson telah melakukan restrukturisasi bisnis. Memangkas biaya yang tidak penting, merampingkan struktur organisasi, hingga meninggalkan pasar yang dianngap tidak menguntungkan.

Pabrikan menyebut keluar dari 39 negara yang sepanjang waktu sebelumnya hanya membukukan penjualan dalam volume rendah dan laba yang rendah pula. Pada saat yang sama, pabrikan akan fokus di 50 negara yang menjanjikan.

Hasilnya cukup bagus. Sepanjang kuartal pertama tahun 2021, seperti dilaporkan situs resmi pabrikan, beberapa waktu lalu, penjualan ke konsumen (ritel) global sepanjang Januari – Maret tahun ini mencapai 44.200 unit naik 9% dibanding penjualan selama kurun waktu yang sama tahun 2020.

Pengendara Harley-Davidson CVO Street Glide – dok.Kegel Harley-Davidson

Di tiga bulan pertama 2020, penjualan ritel yang dicatatkan masih sebanyak 40.400 unit. Pada saat itu pendapatan operasional naik menjadi US$119 juta naik 417% dibanding periode sama tahun 2020 yang sebesar US$ 23 juta. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This