PPnBM Didiskon 100%, Penjualan Daihatsu Xenia Malah Jeblos

Daihatsu Xenia-dok.Istimewa


Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari hingga Mei tahun ini Daihatsu Indonesia mengantongi angka penjualan ke konsumen (ritel) 54.718 unit. Jumlah ini naik signifikan dibanding penjualan selama kurun waktu yang sama di tahun 2020, yang sebanyak 48.019 unit.

Meski, dibanding penjualan ritel selama lima bulan pertama tahun 2019 – yang jumlahnya mencapai 78.486 unit – angka penjualan yang dikoleksi Daihatsu selama Januari hingga Mei tahun ini masih jauh merosot. Apalagi, jika dibanding penjualan selama lima bulan pertama 2018 yang sebanyak 82.941 unit.

Marketing Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso menyebut terdongkraknya penjualan Daihatsu di Januari hingga Mei tahun ini dikarenakan pasar yang membaik.

“Terlebih, pemerintah telah memberikan dukungannya berupa insentif diskon pajak (tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM) demi menstimulus pertumbuhan pasar otomotif,” kata dia dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Pikap Daihatsu Gran Max – dok.Istimewa

Data yang disodorkan PT AI-DSO menunjukkan di lima bulan pertama tahun ini mobil Daihatsu yang terlaris bukanlah mobil penumpang, melainkan pikap Daihatsu Gran Max. Total penjualannya mencapai 15.231 unit atau 28% dari total penjualan ritel.

Kemudian terlaris kedua baru mobil penumpang, yakni LCGC Daihatsu Sigra. Mobil ini laku sebanyak 13.353 unit atau 24% dari total penjualan. Ketiga, SUV Daihatsu Terios yang dibeli konsumen sebanyak 8.298 unit atau 15% dari total penjualan.

Setelah itu, Daihatsu Ayla yang mencatatkan penjualan ritel 7.208 unit (13%), dan Gran Max Minibus yang sebanyak 5.063 unit (9%). Lalu, Low MPV Daihatsu Xenia laku sebanyak 3.608 unit (7%), SUV kompak Daihatsu Rocky yang terlego 505 unit (1%), dan Luxio serta Sirion yang total keduanya 1.452 unit (3%).

Tampilan belakang New Astra Daihatsu Sigra 1.2 R Deluxe – dok.ADM

Kinerja penjualan Xenia
Fakta ini sekaligus menunjukkan, ternyata mobil-mobil yang mendapatkan insentif perpajakan – berupa diskon tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) – bukanlah yang teratas dalam penjualan alias yang terlaris. Bahkan, ada yang penjualannya malah merosot, yakni Daihatsu Xenia.

Data yang dihimpun Motoris dari catatan penjualan ritel yang dilaporkan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan ritel Daihatsu Xenia melonjak di bulan Maret yakni sebanyak 1.077 unit dari bulan sebelumnya (Februari sebanyak 529 unit dan Januari 654 unit).

Menanjaknya penjualan Xenia ke konsumen itu bertepatan dengan dimulainya pemberian diskon PPnBM 100% – yang sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31 Tahun 2021 – berlaku Maret hingga Mei. Namun, ternyata di bulan berikutnya atau April penjualan Xenia malah ambrol menjadi 823 unit. Bahkan selama Mei anjlok lagi, menjadi 525 unit.

Ilustrasi, Daihatsu Xenia – dok.Motoris

Tren penjualan ritel Xenia memang terus merosot sejak beberapa tahun terakhir, tak terkecuali di lima bulan pertama. Fakta data menunjukkan, jika di lima bulan pertama tahun ini sebanyak 3.608 unit, di periode sama tahun lalu masih sebanyak 5.327 unit, tahun 2019 sebanyak 11.099 unit, tahun 2018 masih mencapai 14.302 unit, dan tahun 2017 mencapai 14.329 unit.

Sekadar catatan, mobil Daihatsu yang masuk ke dalam daftar penerima insentif diskon PPnBM adalah Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, Daihatsu Gran Max minibus, Daihatsu Luxio, serta Daihatsu Rocky. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This