Hadapi Persaingan Ketat, BMW Pangkas 25% Biaya Produksi

Ilustrasi, mobil BMW yang diproduksi di Jerman – dok.Motor1.com


Frankfurt, Motoris – Bayerische Motoren Werke (BMW) mengakui persaingan di antara produsen mobil di pasar dunia semakin ketat. Untuk membuat produknya tetap kompetitif meghadapi produk Volkswagen (VW), Daimler (Mercedes-Benz), dan Tesla, pabrikan yang berdiri 7 Maret 1916 ini akan memangkas biaya produksi.

“Kami akan menurunkan biaya produksi per kendaraan sebesar 25% pada tahun 2025, dibanding dengan tingka (biaya prduksi) pada tahun 2019,” ujar anggota dewan yang bertanggung jawab produksi BMW, Milan Nedeljkovic kepada surat kabar Jerman, Handelsblatt, seperti dilansir Reuters, Selasa (22/6/2021).

Sebelumnya, pada bulan Mei lalu BMW mengatakan kinerja perusahaan masih berada di jalur mencapai target laba seperti yang ditetapkan untuk 2021. Meski biaya untuk bahan baku telah mengalami peningkatan.

Bahkan di saat industri otomotif dunia sedang mengalami kondisi krisis semi konduktor sekali pun. BMW mengaku tetap bisa menekan produksi pada kuartal kedua.

Pabrikan juga mengklaim krisis semi konduktor (chip) yang terjadi di dunia tidak membuatnya sampai berhenti berproduksi. Meski, BMW terpaksa mengganti fitur wireless charging, dengan charging portable di beberapa produknya.

KBA Germany (Kraftfahrt-Bundesamt) – atau otorias transportasi Jerman – beberapa waktu lalu menyebut sepanjang kuartal pertama (Januari hingga Maret) tahun ini BMW berhasil menjual mobil sebanyak 636.606 unit . Jumlah ini naik 33,5% dibanding periode sama tahun 2020.

Unit pertama mobil listrik baterai BMW iX3 yang telah diproduksi di pabrik BMW di Shenyang, Cina – dok.Istimewa via Carscoops

Pada kurun waktu yang sama, Mercedes-Benz melego 590.999 unit atau naik 22,3% dibanding kuartal pertama 2020. Dengan demikian, BMW unggul 45.607 unit dibanding pesaing terkuarnya itu. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This