Mitsubishi Luncurkan Mobil Listrik Murah di Asean pada 2023

Ilustrasi, produksi mobil Mitsubishi di Thailand – dok.The Japan Times


Tokyo, Motoris – Pertarungan produsen mobil untuk menyuguhkan mobil listrik berharga terjangkau semakin sengit di pasar global. Terlebih parbrikan asal Eropa dan Jepang bersiap meggelontorkan mobil listrik yang murah untuk meladeni persaingan dengan mobil listrik buatan pabrikan Cina.

Seperti dilaporkan Nikkei, Kamis (24/6/2021) salah satu pabrikan itu adalah Mitsubishi Motors. Pabrikan ini disebut bakal menyuguhkan mobil listrik berbanderol murah – yakni kurang dari 2 juta yen atau sekitar Rp 260 jutaan (kurs 1 yen = Rp 130,8) – di Asia.

“Dengan subsidi dan penghematan yang ditawarkan membuat mobil listrik lebih kecil sama terjangkaunya dengan mobil konvensional yang sejenis dan sekelas. Produsen mobil sangat ingin menggaet pelanggan yang lebih luas,” tulis Nikkei.

Mitsubishi dikabarkan berniat mengganti baterai mobil listrik minican – MiEV-nya, yang tersedia di Jepang – dengan baterai model baru dan lebih murah. Baterai ini dipastikan mampu membawa mobil berjalan hingga jarak 150 kilometer dengan sekali isi daya baterai.

Ilustrasi, kantor Mitsubishi Motor – dok.Yahoo.com

Produsen mobil yang juga mitra aliansi Renault dan Nissan ini berencana merilis mobil listrik mini berbanderol US$ 18.000 atau sekitar Rp 260 jutaan (kurs US$1 = Rp 14.458) di Asia Tenggara pada tahun 2023 nanti. Dia menargetkan produksi mobil listrik baru sebanyak 10.000 unit saban tahun di Thailand.

Untuk itu, Mitsubishi Motors akan menggelontorkan investasi sekitar 19 miliar yen atau sekitar Rp 2,485 triliun untuk membangun fasilitas produksi baru di Negeri Gajah Putih tersebut. Fasilitas ini termasuk untuk memproduksi mobil hybrid.

Di kawasan Asia Tenggara – di mana mobil Jepang menguasai 80% pangsa pasar – mobil listrik Cina mulai merangsek pasar, sehingga menjadi ancaman baru bagi mereka. “Cina akan menjadi saingan di masa depan,” kata Presiden Mitsubishi Motors, Takao Kato.

Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik – dok.Istimewa

Perusahaan analis dan konsultan pasar asal Inggris LMC Automotive menyebut sepanjang tahun 2020 lalu, penjualan mobil listrik dunia hanya 2,4 juta unit. Jumlah ini hanya 3% dari total penjualan kendaraan bermoror roda empat atau lebih di tahun itu.

Volume penjualan mobil listrik diperkirakan akan mencapai 23,3 juta unit pada akhir dekade ini. Jumlah itu setara dengan 24% dari total penjualan seluruh kendaraan bermotor roda empat di tahun 2029 atau awal 2030 nanti. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This