Pasar Truk Sebelum Pandemi: Menanjak Seiring Mekarnya Bisnis Logistik

Ilustrasi truk pengangkut bahan pokok sehari-hari -dok.Istimewa


Jakarta, Motoris
– Kebutuhan dan keberadaan truk di Indonesia maupun negara lain sangat terakit dengan denyut perekonomian nasional, karena sarana angkutan barang ini berkaitan erat dengan kegiatan ekonomi. Itulah yang terjadi sebelum masa pandemi virus corona (Covid-19) menerpa Indonesia.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan, sejak tahun 2013 hingga tahun 2019 atau di masa sebelum pandemi terjadi, pembeian truk oleh pelaku usaja jasa angkutan barang terus naik.

“Sehingga, menurut pendataan kami sampai tahun 2019 lalu, jumlah armada truk yang aktif dioperasikan itu sebanyak 43.351 unit (anggota asosiasi, di luar anggota jumlahnya lebih banyak). Tetapi, kemudian di tahun 2020 jumlah yang berupa hanya 40%, karena memang sepinya order,” ujar Gemilang saat dihubungi di Jakarta, belum lama ini.

Ilustrasi, truk Scania yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris

Sepanjang rentang waktu 2013 – 2019, kata Tarigan, penjualan truk di Indonesia terus naik karena mengikuti permintaan jasa angkutan oleh perusahaan bisnis logistik. Pasar logistik sampai dengan tahun 2019, tumbuh rata-rata per tahun 15.2%.

“Sehingga, pertumbuhan jumlah truk juga ikut meningkat, sampai dengan tahun 2019 jumlah truk meningkat 7%. Dan realisasi investasi angkutan barang selama tahun 2019 mencapai Rp.139 triliun,” kata dia.

Hanya, di tahun 2020 hingga lima bulan pertama tahun 2021, Gemilang masih belum melakukan rekapitualasi. Meski dia memperkirakan terjadi penurunan yang cukup signfikan. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This