Tesla Inc: Cina Basis Ekspor Utama Mobil Tesla di Dunia

Ilustrasi, Tesla Model 3 – dok.Xinhua.com


Shanghai, Motoris – Pabrikan mobil listrik asal California, Amerika Serikat – Tesla Inc – Selasa (27/7/2021) menegaskan, Cina telah menjadi pusat produksi utama bagi mobil Tesla untuk pasar global. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, atau dari April hingga Juni kemarin ekspor mobil Tesla yang diproduksi di Shanghai, mencapai 30.000 unit.

“Karena permintaan yang besar di Amerika Serikat, serta demi melakukan optimalisasi biaya rata-rata global, kami telah menyelesaikan transisi Gigafactory Shanghai sebagai pusat ekspor utama kendaraan kami,” bunyi pernyataan pabrikan yang dikomandoi Elon Musk itu dalam keterangan resmi yang dilansir China Daily, Selasa (277/2021).

Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA), di rentang tiga bulan kedua di tahun ini, total ekspor dari pabrik Tesla di Shanghai yang sebanyak 30.000 unit itu tidak hanya ditujukan untuk pasar Asia saja. Namun, juga dikirim ke Eropa dan Amerika, terutama Amerika Serikat.

Seremoni pengiriman Tesla Model 3 yang diproduksi di Cina kepada konsumen – dok.Bloomberg via Getty Image

Mobil bersumber tenaga dari setrum yang diproduksi di Negeri Tirai Bambu itu meliputi Tesla Model 3 dan Tesla Model Y. Keduanya diklaim memiliki harga terjangkau namun memiliki jarak tempuh yang memenuhi harapan konsumen.

Kapasitas produksi Gigafactory Tesla di Shanghai, Cina, itu disebut mencapai 450.000 unit per tahun. Dalam sebuah Tweet pada hari Minggu (26/7/2021), CEO Tesla Elon Musk memuji tim pabriknya di Shanghai, dengan mengatakan mereka telah melakukan “pekerjaan luar biasa”.

Sekretaris Jenderal CPCA Cui Dongshu menyebut, total ekspor Tesla dari Cina bisa mencapai 100.000 tahun ini. Artinya, peran dan kontribusi pabrik di negeri berpenduduk terbanyak di dunia (1,43 miliar jiwa) itu cukup signifikan bagi kinerja ekspor Tesla. Sehingga, wajar jika Cina diklaim sebagai basis ekspor utama pabrikan ini.

Tesla Model Y-dok.Inside EVs

Seperti dilaporkan Fox Business dan laman resmi Nasdaq, Selasa (28/7/2021) dalam keterangan resmi, Tesla mengaku total pendapatannya di kuartal kedua tahun ini mencapai US$ 11,96 miliar. Nilai pendapatan ini naik 98% dibanding periode saa tahun sebelumnya.

Sedangkan pendapatan bersih yang berhasil diraup Tesl di kurun waktu itu mencapai US$1,62 miliar (dalam ketentuan non-GAAP atau prinsip akuntansi yang berlaku umum). Nilai pendapatan bersih itu meroket 258% dari tahun sebelumnya.

Peluncuran Tesla Model Y yang dibuat di pabrik Tesla yang berlokasi di Shanghai Cina – dok.Istimewa via Electrive.com

Pendapatan ini didongkrak oleh tingginya pengiriman mobil Tesla ke pelanggan selama periode tersebut. Tesla menyebut, jumlah totalnya mencapai 201.304 unit atau naik 121% dibanding kuartal kedua 2020, sedangkan total produksinya mencapai 206.421unit atau meningkat 151%. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This