Januari – Juni, Penjualan Truk dan Bus Scania Moncer di RI

Ilustrasi, bus ber-chassis Scania – dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan kendaraan komersial (truk dan bus) merek asal Swedia – Scania – di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni tahun ini menunjukkan tanda-tanda menuju pemulihan ke kondisi sebelum masa pandemi Covid-19. Meski, untuk mewujudkan itu masih dibutuhkan upaya ekstra keras.

Sepanjang Januari – Juni tahun ini mengantongi angka penjualan ke konsumen sebanyak 346 unit jumlah ini naik 246% dibanding periode sama di 2020. Sedangkan di bulan Juni saja, 75 unit truk dan bus Scania yang diboyong konsumen, naik 368,8% dibanding Juni 2020.

Data yang dihimpun Motoris dari laporan penjualan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, di enam bulan pertama tahun 2020 lalu, total penjualan ritel yang dikoleksi Scania baru sebanyak 100 unit.

Ilustrasi, Bus Sleeper Suite Class dengan basis chassis Scania – dok.Motoris

Jumlah itu dikoleksi dari penjualan di bulan Januari yang sebanyak 11 unit, Februari 44 unit, dan Maret 9 unit. Kemudian, dari penjualan selama April 12 unit, Mei 8 unit, dan Juni sebanyak 16 unit.

Melonjaknya penjualan ritel di semester pertama tahun ini, menurut salah seorang pengusaha angkutan truk Samin Santoso, dikarenakan kalangan pelaku usaha pengguna truk mulai merealisasikan rencana bisnis tahun fiskal 2021/2022.

“Pelaku usaha optimis tahun 2021 ini kondisi (ekonomi) mulai pulih dari sebelumnya (2020) karena vaksinasi sudah berjalan. Aktifitas ekonomi mulai normal, meski pun di luar dugaan ada varian baru (virus) Corona, dan disusul ada pembatasan kegiatan masyarakat,” ujar dia saat dihubungi Motoris dari Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Ilustrasi, truk Scania yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris

Penjualan di semester pertama itu menjadi sinyal yang menandakan penjualan di tahun ini bakal lebih moncer dibanding tahun lalu. Sebab, di sepanjang tahun 2020 atau dari Januari hingga Desember tahun itu, total penjualan ritel Scania hanya 217 unit.

“Tapi, itu juga membutuhkan kerja keras dari semua pihak. Baik dari pemerintah selaku pembuat kebijakan yang juga meliputi kebijakan di sektor bisnis maupun pengusahanya sendiri. Mudah-mudahan semester dua, kondisi kembali membaik,” kata Samin.

Namun yang pasti, kinerja penjualan di tahun 2020 memang babak belur dibanding tahun sebelumnya. Fakta berbicara, di tahun 2019, angka penjualan yang dibukukan merek ini mencapai 432 unit (vaik ritel maupun wholesales). (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This