Wuling Produksi Mobil Listrik Hongguang di RI Akhir 2022

Wuling Hong-Guang Mini EV-dok.China Daily

Guangzhou, Motoris – SGMW Motors (pabrikan kongsi antara SAIC Motor dengan General Motors (GM) dan Wuling Automobile atau dikenal dengan nama Wuling Motors akan meluncurkan mobil listrik mungil Wuling Hongguangdi luar Republik Rakyat Cina (Cina) – khususnya Asia Tenggara – pada tahun 2022 nanti. Mobil ini bakal diproduksi di pabrik Wuling Motors Indonesia.

Seorang eksekutif senior Wuling Motors, Shao Jie, seperti dilaporkan China Daily, Kamis (16/9/2021dalam World New Energy Vehicle Congress yang berlangsung di Beijing, Cina, Kamis (16/9/2021) telah memastikan kabar tersebut.  Dia menyebut mobil mungil bertenga setrum itu saat ini menjadi mobil listrik terlaris di Cina, bahkan mengalahkan mobil listrik paling populer di dunia, yakni Tesla Model 3.

Sejak diluncurkan pada tahun 2020, lebih dari 370.000 unityang telah dikirim ke pembeli di Cina. Menurut Shao Jie popularitas dan keunggulan Wuling Hongguang Mini EV itulah yang memantik minat diler Wuling di lebih dari 70 negara dan wilayah di luar Cina, tergiur untuk ikut menjajakannya.

Salah satu keunggulan model yang dibangun di atas platform GSEV (Wuling Honggung Mini EV) itu adalah harganya yang sangat bersaing. Selain itu varian berbaterai 9,3 kWh sanggup berjalan hingga 120 kilometer dan varian berbaterai 13,9 kWh mampu menempuh jarak sejauh 170 kilometer.

Wuling Hongguang MINI EV-dok.Inf_.News_

Mobil ini – varian terendah – memiliki daya hingga 20 kW dengan torsi hingga 85 Nm. Kecepatan maksimumnya mencapai 100 kilometer per jam lebih.

Berbagai daya tarik inilah yang memantik minat diler di berbagai negara. “Mulai tahun 2022, kami akan meluncurkan beberapa model (mobil listrik) yang dibangun di atas platform GSEV itu secara bersamaan di pasar Cina dan luar negeri,” kata Shao kepada China Daily.

Namun, dia enggan menyebut negara mana saja – di luar Republik Rakyat Cina – yang bakalmemasarkan pertama kali. Tetapi, dia menegaskan Wuling menjadwalkan untuk mulai diproduksi di pabriknya di Indonesia pada akhir tahun 2022 nanti.

Anak perusahaan SGMW di Indonesia, kata dia, juga membantu merancang standar sesuai kebijakan industri mobil listrik di lokal, terutama di Asia Tenggara dimana mobil itu bakal dijajakan. Shao Jie juga menyinggung salah satu alasan menyodorkan mobil bertenaga setrum itu di kawasan regional ini, yakni karena negara-negara di Asia Tenggara kini tengah mempercepat peralihannya menuju elektrifikasi.

“Kami akan berpartisipasi aktif dalam penyusunan kebijakan New Energy Vehicle (NEV) – atau mobil listrik – dengan standar industri yang relevan. Dan kami akan berbagi pengalaman kami di segmen ini dengan pemerintah Indonesia untuk mendorong pengembangan lokal segmen tersebut,” bunyi pernyataan SGMW di awal tahun 2021 lalu.

Strategi Wuling ini sejalan dengan kebijakan Indonesia – yang dinilai sebagai pasar kendaraan terbesar di Asia Tenggara – yang mengharapkan pabrikan otomotif untuk memulai produksi mobil listrik mulai tahun 2022 nanti. Bahkan, pemerintah Indonesia juga telah mematok target produksi mobil listrik sudah mencapai 20% dari total produksi mobil pada tahun 2025 mendatang. (Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This